SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng tengah berambisi menjadikan Buleleng sebagai Smart City alias kota pintar. Pemerintah pun menawarkan sejumlah program unggulan, untuk mewujudkan hal tersebut.
Ambisi mewujudkan Buleleng Smart City itu sudah dimulai sejak tahun 2023 lalu. Hal itu diawali dengan pembentukan master plan Singaraja Smart City.
Dalam penyusunan master plan itu, Pemkab Buleleng mendapat pendampingan langsung dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang kini berubah nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Setelah setahun berjalan, Kementerian Komdigi melakukan evaluasi terhadap rencana penerapan Buleleng Smart City.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan.
Adapun evaluasi itu melibatkan tim ahli dari kementerian. Mereka adalah Rini Rachmawati, Wiwin Sulistyo, Slamet Riyadi, Acuviarta, dan Mohamad Iqbal.
Dalam proses evaluasi, Kementerian Komdigi meminta Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) Buleleng memaparkan enam aspek pendukung smart city.
Adapun keenam aspek pendukung itu yakni smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment.
Dalam paparannya, Kepala Dinas Kominfo Santi Buleleng, Ketut Suwarmawan mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung terwujudnya Buleleng Smart City.
“Tentu ini harus kolaborasi lintas sektor. Kami bekerjasama dengan seluruh instansi untuk mewujudkan Singaraja Smart City,” katanya.
Adapun program smart governance yang ditawarkan adalah implementasi Mall Pelayanan Publik (MPP) yang didukung sistem online. Masyarakat dapat mengurus perizinan melalui aplikasi Si Ajaib maupun OSS, sehingga memudahkan pengurusan izin.
Sementara dalam aspek smart branding, pihaknya menawarkan program Pekan Apresiasi Seni yang telah berlangsung di RTH Bung Karno setiap minggunya.
Selanjutnya untuk program smart economy, program pelatihan kewirausahaan yang digelar secara berkala di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) menjadi unggulan.
Dalam aspek smart living, pemerintah menyiapkan program layanan kontrasepsi keliling untuk mendukung program keluarga berkualitas.
Pada smart society, ada program posko drop out sebagai salah satu upaya meningkatkan angka partisipasi sekolah dan kualitas pendidikan.
Terakhir yakni program Buleleng Kelola Sampah Organik alias Buleleng Kepo sebagai program smart environment.
“Dengan aplikasi dan program ini, masyarakat bisa mengakses layanan publik yang lebih cepat dan mudah, sehingga kami dapat melayani kebutuhan mereka di berbagai wilayah,” demikian Suwarmawan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya