Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Optimalisasi Tata Kelola Arsip, Luncurkan Srikandi Buleleng

Francelino Junior • Senin, 25 November 2024 | 02:27 WIB

 

ARSIP: Salah satu arsip yang berkaitan dengan sosok Bung Karno dihadirkan lewat barcode digital yang tertanam pada poster.
ARSIP: Salah satu arsip yang berkaitan dengan sosok Bung Karno dihadirkan lewat barcode digital yang tertanam pada poster.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dalam rangka mengelola arsip-arsip yang ada di Kabupaten Buleleng, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng meluncurkan inovasi Sinergitas Revitalisasi Inovasi Kekayaan Arsip dan Nilai Daerah Integratif atau nama kerennya Srikandi Buleleng. Tujuannya, untuk mengelola arsip yang ada di Bali utara secara kekinian. 

Soft launching inovasi Srikandi Buleleng dilakukan pada Sabtu (23/11/2024) siang di Gedung Buleleng Command Centre. Aplikasi itu diluncurkan oleh Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, bersamaan dengan peluncuran tiga inovasi daerah lainnya.

Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini menjelaskan, inovasi itu tercetus dari banyaknya arsip bersejarah di Buleleng.

Arsip itu menyimpan nilai, budaya, tradisi, dan perjalanan kehidupan masyarakat Buleleng, yang sudah diwariskan dari banyak generasi. 

Masalahnya, semakin lama kesadaran generasi berikutnya akan pentingnya arsip-arsip tersebut justru makin berkurang. Hal itu menjadi tantangan tersendiri dalam pelestariannya. 

Baca Juga: PCNU Buleleng Gelar Pameran Arsip Jadul. Ada Arsip dari Tahun 1954

Era menjelaskan, Srikandi Buleleng merupakan inovasi berbasis digital untuk mengelola dan melestarikan arsip dan nilai daerah Buleleng secara terpadu. 

Setidaknya program ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan arsip termasuk dokumen penting, budaya, dan data pemerintah agar dapat diakses dan dimanfaatkan secara efektif oleh masyarakat.

”Tidak hanya untuk pelestarian, tapi menghidupkan nilai sejarah dan budaya Buleleng,” jelas Era pada Minggu (24/11/2024) siang. 

Era mengatakan pihaknya telah membuat program jangka pendek alias 2 bulan pertama. Caranya mereka sudah membuat digitalisasi arsip prioritas, pembuatan diorama konvensional, dan virtual. Seluruhnya kini berada di Museum Sunda Kecil. 

Arsip-arsip itu sengaja dipamerkan di Museum Sunda Kecil karena memiliki nilai historis dan budaya yang relevan dengan proyek Srikandi Buleleng. 

Museum itu juga erat kaitannya dengan Gubernur Sunda Kecil pertama, MR. I Gusti Ketut Pudja. MR. Pudja juga salah seorang dari delapan orang anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

”Kami hadirkan arsip dalam format menarik yang mudah diakses, praktis, cepat, dan interaktif. Ada juga sajian tur museum dalam bentuk virtual reality (VR) 3 dimensi. Hal ini memungkinkan untuk pemanfaatan arsip sebagai sumber belajar yang inspiratif,” imbuhnya. 

Sementara itu, Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana menyarankan, agar arsip-arsip Buleleng lainnya dapat dikelola dan disimpan dengan baik. Kalau bisa dilakukan digitalisasi, sehingga mudah diakses apabila diperlukan dalam waktu mendesak. 

”Inovasi ini memberikan semacam value, bahwa Pemerintahan Provinsi Bali berawal dari Buleleng. Tapi jangan lupakan dokumen penting lainnya agar disimpan dengan baik supaya tidak tercecer,” pesan Lihadnyana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#arsip #buleleng #perpustakaan