Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana Luncurkan 4 Inovasi Transformasi Digital Pelayanan Publik Buleleng

Francelino Junior • Senin, 25 November 2024 | 02:35 WIB

 

TRANSFORMASI DIGITAL: Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana meluncurkan 4 inovasi transformasi digital pelayanan publik Buleleng.
TRANSFORMASI DIGITAL: Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana meluncurkan 4 inovasi transformasi digital pelayanan publik Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi berbasis teknologi, terus digaungkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. 

Terbaru, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana meluncurkan 4 inovasi digital canggih sekaligus, pada Sabtu (23/11/2024) di Ruang Buleleng Command Center (BCC) Dinas Kominfo Santi Buleleng.

Keempat inovasi itu adalah Aplikasi Singa Pinter (Sistem Navigasi Akses Pemanfaatan Layanan dan Informasi Terintegrasi), Si Tri Datu (Sistem Terintegrasi Pelayanan Gawat Darurat), Srikandi Buleleng (Sinergitas Revitalisasi Inovatif Kekayaan Arsip dan Nilai Daerah Integratif), dan Juntai Pangan (Merajut Rantai Pangan). 

Keempat inovasi itu merupakan karya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berbeda di lingkup Pemkab Buleleng. Singa Pinter leading sector-nya adalah Dinas Kominfosanti, Si Tri Datu inovasi dari RSUD Buleleng, Srikandi Buleleng dari Dinas Arsip dan Perpustakaan (DAPD), dan Juntai Pangan karya inovatif dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP).

Kepala Dinas Kominfo Santi Buleleng, Ketut Suwarmawan menjelaskan, Singa Pinter merupakan jawaban atau solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan integrasi aplikasi. Sebab banyak aplikasi layanan publik yang ada di Bali utara.

Dengan hadirnya Singa Pinter, sebanyak 44 aplikasi layanan publik yang terpisah dapat dijadikan satu dalam satu platform. Tentu saja ini akan memudahkan akses layanan masyarakat, tapi perlu datang ke kantor pemerintahan.

”Dengan Singa Pinter, kami berkomitmen untuk menjadikan pelayanan publik lebih mudah, transparan, dan efisien, seiring dengan kemajuan era digital. Juga membantu pemerintah dalam mengambil keputusan berbasis data yang lebih akurat dan cepat,” tegas Suwarmawan.

Selanjutnya, Direktur RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD., menyampaikan, kalau Si Tri Datu dirancang untuk mengatasi tantangan dalam pelayanan gawat darurat medis. Sehingga Pemkab Buleleng dalam pelayanan kesehatan, dapat menyediakan solusi yang cepat, terkoordinasi, dan efektif. 

Menariknya, inovasi ini mengintegrasikan antara rumah sakit, ambulans, dan stakeholder terkait lainnya. Sehingga dengan Si Tri Datu, dapat dipastikan respons medis yang lebih cepat dan akurat, dengan memanfaatkan teknologi untuk akses informasi real-time bagi masyarakat dan tim medis.

”Pelayanan gawat darurat yang tepat dan cepat adalah kebutuhan utama masyarakat. Si Tri Datu hadir untuk memastikan bahwa kolaborasi semua pihak dapat mewujudkan layanan yang optimal,” jelasnya.

Kemudian Srikandi Buleleng, Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini mengatakan, inovasi ini berfokus pada pelestarian arsip, sejarah, dan budaya lokal yang sering terabaikan. Tujuan inovasi ini adalah mendigitalisasi arsip penting, serta melibatkan masyarakat dan berbagai pihak terkait dalam menjaga warisan budaya tersebut.

”Kekayaan budaya dan sejarah adalah identitas kita. Melalui Srikandi, kita melindungi warisan ini untuk generasi yang akan datang,” tegasnya.

Terakhir, inovasi Juntai Pangan ternyata memfokuskan pada isu ketahanan pangan. Inovasi ini hadir, kata Kepala DKPP Buleleng, Gede Putra Aryana, untuk memperkuat pengelolaan distribusi pangan secara lebih efisien.

Inovasi ini mengintegrasikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satuan Tugas Ketahanan Pangan, untuk merespons dinamika harga kebutuhan pokok dengan cepat dan memastikan kelancaran distribusi bahan pangan.

”Ketahanan pangan adalah isu strategis yang harus dihadapi dengan serius. Juntai Pangan hadir untuk memperkuat koordinasi dan memastikan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga,” terangnya.

Sementara itu, Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif para pejabat yang telah menggagas proyek perubahan berbasis teknologi ini. Apalagi peluncuran keempat inovasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya Pemkab Buleleng, untuk mengoptimalkan teknologi dalam meningkatkan pelayanan publik.

Sehingga inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Buleleng, untuk terus memberikan solusi yang relevan dan adaptif, terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.

”Inovasi ini adalah wujud nyata dari proses problem solving yang diharapkan masyarakat. Sehingga harus dijamin keberlanjutannya, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” harap Lihadnyana.

Harapan lainnya, agar keempat inovasi ini tidak hanya meningkatkan tata kelola pemerintahan di Buleleng, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat.

Ia menginstruksikan kepada OPD yang memiliki inovasi tersebut, agar memastikan memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga mampu memanfaatkan inovasi yang ada dengan optimal.

”Aplikasi dan inovasi ini adalah alat, tetapi masyarakat yang dilayani juga harus memahami cara penggunaannya. Edukasi menjadi kunci keberhasilan penerapan inovasi teknologi,” demikian Lihadnyana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Pj. Bupati Buleleng #digital #buleleng #inovasi