SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengklaim APBD Buleleng pada tahun 2024 dalam kondisi surplus.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah akan segera mencairkan kewajiban yang tertunda. Seperti tunjangan pegawai hingga hibah yang difasilitasi anggota DPRD Buleleng.
Asal tahu saja, APBD Buleleng pada tahun 2024 tadinya dirancang mengalami defisit sebanyak Rp 6,7 miliar.
Kini hingga awal Desember, Lihadnyana menyebut kondisi APBD Buleleng sudah mengalami surplus sebanyak Rp 11 miliar.
APBD Buleleng bertambah setelah mendapat sejumlah efisiensi. Diantaranya efisiensi penggunaan dana Pilkada Buleleng hingga Rp 13 miliar.
“Kita juga dapat dana insentif fiskal karena jadi kabupaten terbaik dalam percepatan dan perluasan digitalisasi daerah,” ujar Lihadnyana saat ditemui di DPRD Buleleng pada Senin (9/12/2024).
Itu belum termasuk dana bagi hasil dari pemerintah pusat, dana bagi hasil dari Pemprov Bali, serta efisiensi belanja.
“Makanya saya tenang saja. Sehingga saat saya meninggalkan Buleleng (melepas jabatan Pj. Bupati), tidak ada beban,” ujarnya.
Menurutnya, kunci menjaga keseimbangan APBD sebenarnya sangat sederhana. Yakni merancang pendapatan yang realistis. Bukan pendapatan semu.
Lantaran dana APBD sudah mengalami surplus, Lihadnyana memastikan sejumlah kewajiban pemerintah yang tertunda, sudah mulai dicairkan.
Sebut saja tunjangan pegawai. Selain itu dana hibah yang difasilitasi anggota DPRD Buleleng periode 2019-2024 juga akan dicairkan.
“Pokoknya tenang saja. Sekarang sudah proses. Hibah pasti cair,” tegas Lihadnyana. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya