Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana Siapkan Peta Jalan Infrastruktur. Salah Satunya untuk Tangani Banjir

Francelino Junior • Selasa, 24 Desember 2024 | 19:16 WIB

 

BICARA INFRASTRUKTUR: Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana pada acara Diskusi Akhir Tahun Komunitas Jurnalis Buleleng.
BICARA INFRASTRUKTUR: Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana pada acara Diskusi Akhir Tahun Komunitas Jurnalis Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana sudah memikirkan jangka panjang pembangunan infrastruktur untuk Kabupaten Buleleng. Apalagi Kota Singaraja belakangan ini kerap dilanda banjir.

Hal ini diungkapkannya saat menjawab pertanyaan komponen masyarakat, mengenai banjir, pada acara Diskusi Akhir Tahun Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB). 

Agenda itu berlangsung pada Senin (23/12/2024) pagi di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja.

Menurutnya, saat ini memang penting melakukan edukasi kepada masyarakat, utamanya terkait dengan pengelolaan sampah. 

Sebab banyak sekali sampah rumah tangga yang ditemukan di sungai, bahkan pesisir pantai. Sampahnya pun tak main-main, bahkan kasur pun dibuang juga ke sungai.

“Karena yang terjadi, bukan hanya sampah rumah tangga, tapi furniture seperti kasur bisa dihanyutkan ke sungai. Tapi terkadang harus dimaklumi, mungkin mereka belum sadar pentingnya pengelolaan sampah,” ungkap Lihadnyana.

Dilanjutkan lagi, sejak awal menjabat sebagai Pj Bupati Buleleng, Lihadnyana telah berulang kali secara langsung turun ke lapangan untuk mengecek penyebab banjir di beberapa tempat. 

Dari fakta-fakta di lapangan, pihaknya kemudian menyusun dan memiliki standar prosedur di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng untuk penanganan banjir. 

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan peta jalan pembangunan infrastruktur 2022-2027, yang tujuannya agar memenuhi mandatory spending dalam urusan infrastruktur 40 persen dari APBD di tahun 2027. Sebab pembangunan dan perbaikan infrastruktur juga penting dilakukan.

Berkaitan dengan mandatory spending, Pj. Lihadnyana meminta agar target 40 persen itu dapat terpenuhi. 

Sebab bila tidak, akan membuat Dana Alokasi Umum (DAU) akan ditunda pengalokasiannya dari pemerintah pusat ke daerah.

Dipaparkan lagi, pemenuhan mandatory spending di bidang infrastruktur hingga tahun 2024, sudah mencapai angka 28,40 persen.

”Ini hati-hati, makanya saya buatkan peta jalan. Saya membuat ini agar ada satu arah yang jelas setiap tahun mengerjakan apa, target dan anggaran yang dihabiskan berapa,” demikian Lihadnyana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Pj. Bupati Buleleng #infrastruktur #ketut lihadnyana #banjir #buleleng