Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Brida Buleleng Susun Kajian Strategis untuk Pengembangan Hilirisasi Kopi

Eka Prasetya • Senin, 24 Februari 2025 | 13:58 WIB

 

RISET: Kepala Badan Riset dan  Inovasi Daerah (Brida) Buleleng, Made Supartawan.
RISET: Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng, Made Supartawan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng tengah menyusun lima kajian akademik sebagai dasar pengembangan inovasi daerah. 

Salah satu fokus utama adalah pengembangan komoditas kopi robusta dan arabika, mengingat potensinya sebagai komoditas unggulan di sektor perkebunan.

Lewat riset tersebut, harapannya kualitas komoditas kopi Buleleng semakin meningkat. Sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Peningkatan kualitas komoditas kopi juga diyakini akan berdampak pada kesejahteraan petani kopi di Bali Utara.

Kepala Brida Buleleng, Made Supartawan mengungkapkan, kajian tersebut didasarkan pada potensi luas perkebunan kopi di Buleleng. 

Berdasarkan data Dinas Pertanian Buleleng, luas lahan kopi di Bali Utara mencapai 13.126 hektare. 

Dari belasan ribu hektare lahan, seluas dari 2.854 hektare digunakan petani untuk menanam komoditas kopi arabika, sedangkan 10.272 hektare sisanya untuk kopi robusta.

Desa-desa di kawasan perbukitan menjadi penghasil utama kopi. Adapun desa-desa itu meliputi Desa Wanagiri di Kecamatan Sukasada, serta Desa Gobleg, Munduk, dan Gesing di Kecamatan Banjar. 

Perkebunan kopi juga tersebar di Desa Pucaksari, Bongancina, Tista, Sepang Kelod, dan Umejero di Kecamatan Busungbiu.

“Kami bekerja sama dengan Universitas Warmadewa untuk melakukan penelitian dan kajian terkait pengembangan kopi arabika dan robusta di Buleleng. Hasil penelitian ini nantinya akan menjadi rancangan Peraturan Bupati (Perbup) guna mendukung peningkatan produksi, pengolahan, dan pemasaran kopi,” jelas Supartawan.

Proses riset ini akan mulai dilaksanakan pada awal Maret mendatang. Targetnya, riset sudah tuntas dilakukan pada akhir Juni nanti.

Supartawan menambahkan, kajian mencakup berbagai aspek dari hulu hingga hilir produksi kopi. 

Dari sisi hulu, kajian akan memetakan kebutuhan sarana budidaya, memberikan kepastian usaha bagi petani, serta menjaga stabilitas harga komoditas. 

Penelitian juga mencakup mitigasi risiko usaha, pemberdayaan petani, serta dukungan permodalan. 

Sementara dari sisi hilir, penelitian akan fokus pada peningkatan infrastruktur, promosi, investasi, dan kerja sama strategis guna memperkuat daya saing kopi Buleleng di pasar nasional maupun internasional. 

Selain melakukan penelitian terhadap potensi kopi, Brida Buleleng juga melakukan penelitian terhadap sejumlah aspek lain.

Diantaranya sistem proteksi kebakaran dan penyelamatan, penanggulangan kemiskinan, rencana induk pengembangan pendidikan, dan Rencana Induk dan peta jalan pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang sejalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kopi #kopi arabika #penelitian #pertanian #BRIDA #riset #kopi robusta #buleleng