SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng mulai menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan komoditas kopi Arabika dan Robusta.
Langkah tersebut diambil untuk mengoptimalkan potensi besar perkebunan kopi di Buleleng yang selama ini dinilai belum memberi nilai tambah maksimal bagi petani.
Penyusunan roadmap digelar di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Buleleng. Hal itu melibatkan akademisi serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor.
Ketua Tim Pelaksana, I Wayan Rideng mengungkapkan, ada kesenjangan antara potensi kopi Buleleng dan manfaat ekonomi yang dirasakan petani di lapangan.
Ia mendapati banyak kopi asal Buleleng yang justru dipasarkan dengan merek dari daerah lain.
“Faktanya, kopi dari Buleleng dinikmati oleh pihak lain yang menjualnya dengan merek berbeda. Petani kita hanya dapat ‘ampasnya’, tidak merasakan untung maksimal,” ungkap pria merupakan akademisi dari Universitas Warmadewa.
Menurutnya, kopi Bali seperti Kintamani sudah dikenal luas. Bahkan menempati peringkat kedua nasional setelah Kopi Gayo dari Aceh.
Sayangnya, kopi asal Buleleng masih belum memiliki identitas merek yang kuat. Akibatnya, sulit bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Ini membuat semangat petani turun. Mereka merasa lelah bekerja tapi tak menikmati hasil yang setimpal,” ujarnya.
Data mencatat, luas lahan kopi di Buleleng mencapai 2.854 hektar untuk Arabika dan 10.272 hektar untuk Robusta. Namun dari total tersebut, sekitar 700 hektar lahan masih belum produktif, menunjukkan adanya potensi besar yang belum digarap optimal.
Melalui penyusunan roadmap tersebut, Brida menggandeng tim akademisi untuk merancang program aksi nyata.
Fokusnya bukan hanya pada peningkatan produksi dan kualitas, tetapi juga pada penguatan branding dan pemasaran. Sehingga kopi Buleleng mampu bersaing sebagai produk unggulan daerah.
“Ini bukan sekadar soal hasil panen, tapi bagaimana menjadikan kopi Buleleng punya nilai tawar di pasar dan membawa kesejahteraan bagi petani,” tandas Rideng. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya