SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng mengajak para ayah untuk lebih terlibat dalam pengasuhan anak, khususnya pada momen penting seperti hari pertama sekolah.
Ajakan tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang digagas oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam keluarga.
Salah satu bentuk nyata dari gerakan ini adalah program Sekolah Berbasis Ayah (Sebaya). Ajakan itu disosialisasikan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Buleleng.
Lewat program ini, pemerintah mengajak para ayah untuk mengantar anak-anak mereka ke sekolah pada hari pertama masuk, Senin (21/7/2025), yang juga bertepatan dengan awal tahun ajaran baru 2025/2026.
Kepala Dinas DP2KBP3A Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka mengatakan, GATI hadir sebagai respon atas maraknya fenomena "fatherless" atau minimnya keterlibatan sosok ayah dalam kehidupan anak.
“Gerakan ini menjadi bagian dari emansipasi pria. Kalau Kartini berjuang untuk kesetaraan perempuan, maka GATI mendorong ayah agar aktif dalam pengasuhan dan pendampingan anak,” jelas Riang, saat ditemui kemarin (19/7/2025).
Baca Juga: Karena Minim Siswa, Disdikpora Regrouping Sejumlah Sekolah di Banjarangkan dan Nusa Penida
Riang menyatakan, pengasuhan ideal seharusnya dilakukan secara seimbang antara ibu dan ayah.
Keterlibatan ayah tidak hanya penting dalam aspek fisik, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan emosional anak sejak dini hingga usia remaja.
“Banyak aspek tumbuh kembang anak yang dipengaruhi oleh kasih sayang dan kehadiran orang tua, terutama ayah. Kalau hanya salah satu yang dominan, maka perkembangan anak bisa timpang,” ujarnya.
Pihaknya berharap gerakan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi gerakan yang masif dan konsisten dijalankan di seluruh lingkungan pendidikan dan keluarga di Buleleng.
Terutama agar para ayah terbiasa meluangkan waktu untuk hadir dalam kehidupan anak-anaknya, sebelum waktu kebersamaan itu hilang karena kesibukan atau jarak usia.
“Hari pertama sekolah ini bisa menjadi momentum awal. Luangkan waktu untuk mengantar atau menjemput anak dari sekolah. Karena nanti ketika anak-anak sudah besar, kesempatan itu belum tentu datang kembali,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya