SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng sudah berjalan di sejumlah kecamatan, meski belum mencakup seluruhnya.
Pemerintah Kabupaten Buleleng meminta pemasok logistiknya melibatkan perusahaan daerah, sehingga memutar roda ekonomi lokal juga.
Ini dianggap penting, sebab pemerintah daerah akan membentuk satuan tugas. Pembentukan satgas ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5.7/4072/SJ tentang pembentukan Satuan Tugas (satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Siang Bergizi Gratis.
Tim akan bertugas melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta pelaporan atas percepatan penyelenggaraan MBG di wilayah Buleleng.
”Kalau bisa libatkan perusahaan daerah di Buleleng untuk menyediakan bahan kebutuhan, seperti beras, jagung, telur, dan lainnya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa.
Baca Juga: Undiksha Bantu Pokdarwis Sumberkima Kuasai Digital Marketing Pariwisata
Untuk diketahui, saat ini sudah ada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di lima kecamatan.
Program ini pertama kali terlaksana di Kecamatan Banjar pada Senin (19/5/2025), disusul di wilayah lainnya di Bali utara. Rata-rata dapur MBG mengaku mendapatkan logistik dari pemasok lokal.
Adanya satgas percepatan MBG, diharapkan pelibatan itu dapat terlaksana. Sehingga tak hanya memberikan manfaat bagi siswa saja, tetapi juga bagi ekonomi lokal di Buleleng melalui kolaborasi dan sinergi.
”Dengan satgas ini, memastikan program makan bergizi gratis berjalan efektif dan tepat sasaran,” tandas Suyasa. (*)
Baca Juga: Pos SAR Buleleng Evakuasi Pendaki, Gegara Kelelahan saat Mendaki Gunung Batukaru
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya