SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemkab Buleleng di Desa Panji Anom, Kabupaten Buleleng, Bali, dipastikan akan direvitalisasi pada tahun 2026.
Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran Rp 1 miliar untuk memperbaiki fasilitas agar lebih modern, higienis, dan sesuai standar.
Bangunan RPH yang telah berdiri puluhan tahun itu kini dalam kondisi memprihatinkan.
Beberapa bagian atap bocor, fasilitas pemotongan terbatas, dan instalasi pengolahan limbah belum memadai.
Situasi tersebut sempat menjadi sorotan DPRD Buleleng yang mendorong pemerintah segera menganggarkan dana renovasi untuk satu-satunya RPH milik Pemkab ini.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD yang ikut memperjuangkan dana revitalisasi.
Ia menjelaskan, renovasi akan mencakup perbaikan bangunan utama, pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta penyesuaian kapasitas pemotongan hewan.
“Soal hilirisasi peternakan, kita punya potensi besar, terutama untuk sapi, kambing, babi, dan ayam. Namun kapasitas RPH masih terbatas. Karena itu, tahun depan fokus kami adalah merehab RPH Panji Anom mengingat kebutuhan daging di Kota Singaraja cukup tinggi,” ujar Melandrat.
Saat ini aktivitas pemotongan di RPH Panji Anom tergolong padat, dengan rata-rata 16–20 ekor sapi dipotong setiap hari.
Fasilitas pemotongan babi sebenarnya sudah ada, namun belum representatif karena belum memiliki IPAL.
“Inilah yang akan kita lengkapi agar status RPH bisa naik tipenya,” tambahnya.
Renovasi tahun depan juga akan menyentuh aspek digitalisasi. Daging hasil potongan nantinya akan digantung menggunakan sistem otomatis berputar untuk mempercepat proses pengeringan sebelum masuk freezer.
“Kalau sekarang masih manual, butuh waktu sekitar dua jam. Dengan sistem otomatis, prosesnya akan jauh lebih cepat dan higienis,” terang Melandrat.
Dari total anggaran Rp 1 miliar, sekitar Rp 700 juta akan dialokasikan untuk pembangunan fisik, termasuk IPAL dan sistem digitalisasi. Sisanya digunakan untuk konsultan perencanaan dan pengawasan.
Melandrat optimistis, setelah renovasi rampung, kinerja RPH Panji Anom akan meningkat signifikan dan memberi kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sekarang saja target PAD sudah di atas 100 persen, jadi kalau nanti fasilitasnya lengkap, kontribusinya pasti makin besar,” tutupnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya