Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Viral Sosok Sena, si ASN Virtual. Publik Soroti Tampilan dan Peranannya

Dianisa Damayanti • Minggu, 2 November 2025 | 22:49 WIB

Sena, karakter virtual yang diperkenalkan DPD RI sebagai ASN digital pertama.
Sena, karakter virtual yang diperkenalkan DPD RI sebagai ASN digital pertama.

RadarBuleleng.id - Sosok digital bernama Sena mendadak viral di media sosial setelah diperkenalkan sebagai ASN virtual pertama oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Kemunculan Sena menuai beragam reaksi dari publik, mulai dari apresiasi atas inovasi digital lembaga negara hingga kritik terhadap tampilan dan peran yang dianggap belum sesuai dengan citra aparatur pemerintahan.

Sena diperkenalkan melalui kanal YouTube resmi DPD RI sebagai “pegawai digital” atau Vtuber ASN.

Dalam video berdurasi singkat, karakter animasi perempuan berambut hitam panjang itu menyapa masyarakat dengan gaya ceria.

“Halo sobat senator, kenalin aku Sena! Aku ASN digital dari Setjen DPD RI,” ucapnya dalam tayangan perdana.

Sena lahir pada 1 Oktober 2004, berusia 21 tahun, dan bertugas menyampaikan berita serta kegiatan senator dari Senayan.

Namun, di balik kemunculan perdananya, tampilan visual dan gaya bicara Sena menjadi sorotan utama publik.

Banyak warganet menilai desainnya terlalu imut dan menyerupai karakter influencer, bukan sosok yang merepresentasikan lembaga negara.

Beberapa komentar di media sosial menilai langkah DPD RI itu “menarik tapi belum pas konteksnya”.

Sementara sebagian lain mengapresiasi pendekatan baru untuk menjangkau generasi muda.

Menanggapi kontroversi tersebut, pihak DPD RI menjelaskan bahwa proyek Sena merupakan inisiatif seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Sekretariat Jenderal DPD RI.

Inovasi itu dibuat sebagai bagian dari latihan dasar (Latsar) dan tidak menggunakan anggaran negara.

“Sena adalah karya inovatif pribadi, bukan proyek institusional berskala besar,” jelas pihak Setjen DPD RI.

Meski demikian, DPD RI mengakui perlunya evaluasi internal terkait bagaimana inovasi digital seperti Sena dapat selaras dengan etika birokrasi dan citra lembaga negara.

“Langkah digitalisasi memang perlu, tapi harus tetap dalam koridor profesionalisme aparatur,” dalam keterangan tertulis yang dikutip dari situs resmi lembaga tersebut.

Fenomena ASN virtual ini memperlihatkan bagaimana transformasi digital mulai masuk ke ranah birokrasi.

Di satu sisi, langkah DPD RI dinilai progresif karena mencoba mendekatkan lembaga negara dengan generasi muda.

Namun di sisi lain, publik berharap tampilan dan narasi yang dibawa lebih mencerminkan identitas aparatur negara yang berwibawa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#viral #setjen #APARATUR #digital #asn #cpns #virtual #dpd ri #SENA #influencer #VTuber #dewan perwakilan daerah #media sosial