Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

DLH Ajak Warga Buleleng Berbenah Bersama Tangani Sampah dari Rumah

Eka Prasetya • Sabtu, 8 November 2025 | 02:54 WIB

 

MENGGUNUNG: Timbunan sampah menggunung di TPA Bengkala.
MENGGUNUNG: Timbunan sampah menggunung di TPA Bengkala.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Permasalahan sampah di Kabupaten Buleleng mulai menunjukkan perbaikan. 

Namun, masih ada sebagian masyarakat yang belum peduli dalam mengelola sampah rumah tangganya. 

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, I Gede Putra Aryana, mengajak seluruh elemen masyarakat mulai berbenah bersama melalui pengelolaan sampah berbasis sumber.

Putra Aryana menegaskan, masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi perlu partisipasi aktif masyarakat di setiap rumah tangga.

“Penanganan sampah bukan hanya tugas DLH, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari mulai dari rumah masing-masing,” tegasnya.

Menurutnya, Pemkab Buleleng selama ini telah menjalankan berbagai program untuk menekan volume sampah, baik organik maupun anorganik. 

Salah satunya dengan mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengelola sampahnya sendiri hingga membangun teba modern di desa-desa.

“Atas arahan Bupati Buleleng, kami genjot setiap OPD dan desa agar memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Di sekolah-sekolah juga kami dorong lewat lomba pengelolaan sampah agar anak-anak terbiasa sejak dini,” ujar mantan Camat Gerokgak itu.

Putra Aryana menambahkan, DLH Buleleng juga telah memperkuat armada pengangkut dengan sarana-prasarana baru senilai Rp 4,8 miliar dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. 

Fasilitas tersebut digunakan untuk memaksimalkan pengangkutan sampah dan perawatan pohon perindang. 

Meski begitu, ia tetap menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak bergantung sepenuhnya pada petugas kebersihan.

“Setiap Jumat, seluruh OPD sudah rutin turun ke lapangan membersihkan lingkungan bersama desa dan kelurahan melalui Gerakan Buleleng Bersih Sampah. Sekarang tinggal kesadaran masyarakat yang harus tumbuh agar gerakan ini berdampak maksimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jadwal pengangkutan sampah di Buleleng kini dibagi berdasarkan jenisnya. 

Setiap hari Senin hingga Jumat dijadwalkan untuk sampah organik, Sabtu untuk sampah anorganik, dan Minggu khusus residu yang langsung dikirim ke TPA Bengkala. 

Skema tersebut diharapkan bisa mengurangi beban TPA yang sempat menerima hingga 500 meter kubik sampah per hari.

“Sekarang volumenya sudah turun menjadi sekitar 400 meter kubik. Ini bukti nyata kesadaran masyarakat mulai tumbuh, dan langkah kita menuju Buleleng yang bersih mulai membuahkan hasil,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#rumah tangga #pengelolaan sampah #DLH #dinas lingkungan hidup #organik #sampah #anorganik #buleleng