Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Refleksi Akhir Tahun 2025, Sutjidra–Supriatna Gaspol Bangun Buleleng di 2026

Francelino Junior • Jumat, 19 Desember 2025 | 00:28 WIB
REFLEKSI AKHIR TAHUN: Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra menyerahkan penghargaan kepada BUMDes di Buleleng. Penghargaan itu diserahkan pada kegiatan refleksi akhir tahun.
REFLEKSI AKHIR TAHUN: Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra menyerahkan penghargaan kepada BUMDes di Buleleng. Penghargaan itu diserahkan pada kegiatan refleksi akhir tahun.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna memanfaatkan momentum Refleksi Akhir Tahun 2025 untuk memaparkan capaian sekaligus arah pembangunan Bali Utara ke depan. 

Meski baru dilantik pada Februari 2025, pasangan ini menegaskan sejumlah program prioritas sudah berjalan dan akan dikebut lebih masif pada 2026.

Bupati Sutjidra menyampaikan, pada 100 hari pertama kepemimpinannya, berbagai program strategis di sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga seni dan budaya telah direalisasikan. 

Langkah tersebut menjadi pondasi awal untuk mewujudkan visi-misi dan asta cita pemerintah daerah.

“Pada 2025 ini juga sudah direncanakan sejumlah pembangunan untuk meningkatkan tata kelola dan pelayanan publik, sekaligus memperindah wajah kota,” ujar Sutjidra saat Refleksi Akhir Tahun Pembangunan 2025 yang dirangkaikan dengan Pajak Awards 2025 di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Kamis (18/12/2025).

Hasil refleksi tersebut, lanjut Sutjidra, menjadi pijakan untuk mempercepat berbagai program prioritas pada 2026. 

Upaya percepatan dilakukan setelah Pemkab Buleleng berhasil melakukan efisiensi anggaran, sehingga ruang fiskal dapat diarahkan untuk pembiayaan program strategis.

Tahun depan, Pemkab Buleleng akan melanjutkan program peningkatan infrastruktur, mulai dari revitalisasi sekolah, revitalisasi RSUD Buleleng, hingga peningkatan kualitas ruas jalan. 

Penataan kawasan strategis juga menjadi fokus, seperti titik nol Singaraja, eks Pelabuhan Buleleng, serta kawasan wisata Lovina yang ditargetkan mulai digenjot sejak awal 2026.

Tak hanya infrastruktur fisik, sektor seni dan budaya juga mendapat perhatian. Pementasan kesenian tradisional di ruang terbuka hijau akan diperbanyak, termasuk menghidupkan kembali festival kesenian tingkat kecamatan. 

Upaya tersebut diharapkan mampu melestarikan nilai sejarah dan budaya, sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

“Program dan kegiatan ke depan akan lebih masif lagi, tidak hanya infrastruktur, jalan, dan irigasi,” tegas Sutjidra.

Ia menambahkan, capaian dan rencana pembangunan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. 

Salah satunya melalui program Desa Sadar dan Taat Bayar (STAR) Pajak, yang memperkuat kolaborasi pemerintah kabupaten dengan desa dalam menggali potensi pendapatan daerah. 

Hasilnya, hingga 18 Desember 2025, realisasi pendapatan pajak daerah tercatat melampaui target, mencapai 109 persen.

“Capaian ini akan menjadi penopang pembiayaan program-program infrastruktur di masa depan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sutjidra juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh jajaran birokrasi yang menjadi penggerak utama roda pemerintahan di Buleleng. 

Menurutnya, tanpa dukungan aparatur sipil negara, sejumlah target pembangunan tidak mungkin tercapai tepat waktu.

“Seluruh lapisan masyarakat mari bersama-sama mengawal pembangunan menuju Buleleng yang lebih sejahtera,” tandasnya.

Dalam pemaparannya, Bupati Sutjidra juga menyinggung sejumlah isu strategis. Di bidang infrastruktur jalan, Pemkab Buleleng mencatat sekitar 300 kilometer ruas jalan masih dalam kondisi rusak.

Penanganan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran, dengan alokasi sekitar Rp 100 miliar pada 2026, meski di tengah kebijakan efisiensi.

Di sektor tata kelola pemerintahan, Pemkab Buleleng berencana melakukan perampingan empat perangkat daerah guna meningkatkan efektivitas birokrasi. 

Sementara di bidang pendidikan, pemerintah daerah menggulirkan program seragam sekolah gratis bagi lebih dari 5.000 siswa TK, SD, dan SMP, serta merevitalisasi 59 satuan pendidikan.

Prestasi dunia pendidikan Buleleng juga mendapat sorotan, diantaranya enam siswa SD dan dua siswa SMA yang meraih golden ticket pendidikan kedokteran gratis, serta SMPN 1 Sukasada yang ditetapkan sebagai sekolah rujukan Google.

Pada sektor kesehatan, Pemkab Buleleng berkomitmen menambah armada ambulans dan merevitalisasi gedung RSUD Buleleng. Penataan kota turut diperkuat melalui pemasangan lampu penerangan jalan tenaga surya di sejumlah ruas strategis untuk menghidupkan kembali wajah Kota Singaraja pada malam hari.

Menutup rangkaian kegiatan, Sutjidra mengapresiasi kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak yang berkontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah.

“Pajak Awards ini adalah bentuk penghargaan atas partisipasi masyarakat. Capaian ini menjadi modal penting bagi pembangunan Buleleng ke depan,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Gede Supriatna #program #pemkab buleleng #pembangunan #bupati #Nyoman Sutjidra #refleksi #100 hari #bali utara #wakil bupati