SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng memperingati Hari Desa Nasional 2026 dengan berbagai kegiatan sosial yang digelar serentak di seluruh desa.
Salah satunya aksi donor darah yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Buleleng di Gedung Wanita Laksmi Graha, Singaraja, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan perangkat daerah, perangkat desa, hingga masyarakat umum.
Donor darah tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Desa Nasional yang sebelumnya diisi kegiatan gotong royong, Kulkul PKK dan Posyandu, serta coaching Koperasi Desa Merah Putih.
Kepala DPMD Buleleng, Made Supartawan mengatakan, aksi donor darah mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi ruh pembangunan desa.
“Donor darah ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Hari Desa Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini melibatkan Dinas PMD, perangkat daerah, serta desa-desa di Kabupaten Buleleng, termasuk Kecamatan Buleleng dan Sukasada,” jelasnya.
Baca Juga: Waspada! Awal 2026, Buleleng Diterjang Puluhan Bencana. Didominasi Longsor dan Pohon Tumbang
Menurut Supartawan, desa tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang aktif berkontribusi bagi masyarakat luas.
“Dengan desa yang berdaya, kita turut berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna menegaskan, peringatan Hari Desa Nasional sengaja tidak dipusatkan di satu lokasi. Seluruh kegiatan diserahkan kepada masing-masing desa dan dikoordinasikan oleh perbekel.
“Kegiatan ini tidak kita jadikan di satu tempat, tetapi tersebar di seluruh desa di Kabupaten Buleleng. Bentuk kegiatannya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan desa masing-masing,” ungkapnya.
Selain donor darah, desa-desa juga menggelar penanaman pohon dan kerja bakti sebagai wujud kepedulian sosial.
Di balik rangkaian kegiatan tersebut, Wabup Supriatna menegaskan adanya pergeseran arah pembangunan desa di Buleleng.
Ia menyebut, selama 10–15 tahun terakhir pembangunan desa banyak difokuskan pada infrastruktur dasar. Ke depan, Pemkab Buleleng akan lebih menajamkan pembangunan pada aspek pemberdayaan masyarakat, khususnya ekonomi desa.
“Sudah saatnya kita menggerakkan lebih masif pemberdayaan masyarakat dari sisi ekonomi,” tegas mantan Ketua DPRD Buleleng itu. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya