Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Skor Integritas Turun, Sekda Buleleng Dorong Penerapan SMAP Untuk Cegah Suap

Eka Prasetya • Kamis, 16 April 2026 | 06:40 WIB
BICARA INTEGRITAS: Sekda Buleleng, Gede Suyasa. (Pemkab Buleleng)
BICARA INTEGRITAS: Sekda Buleleng, Gede Suyasa. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng mulai memperkuat langkah pencegahan korupsi dengan mendorong penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). 

Sosialisasi program tersebut resmi dibuka Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa, di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Rabu (15/4/2026).

Dalam arahannya, Sekda Suyasa menegaskan SMAP bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen penting untuk menjaga tata kelola pemerintahan tetap bersih, transparan, dan akuntabel.

"Menyikapi hasil ini menjadi tugas kita bersama untuk terus berbenah dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta bebas dari korupsi," tegasnya.

Ia juga menyoroti hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Kabupaten Buleleng tahun 2025 yang mencatat skor 74,19 atau masuk kategori waspada. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 79,14.

Penurunan tersebut, kata dia, dipengaruhi oleh kasus korupsi yang terjadi pada tahun 2025. Kasus tersebut menyeret pejabat di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng.

 Bahkan, pada komponen penilaian responden ahli, tata kelola pemerintahan Buleleng dinilai masih perlu banyak perbaikan.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh perangkat daerah untuk memperkuat integritas, termasuk dengan mengidentifikasi titik rawan praktik penyuapan dalam pelayanan publik.

Ia pun meminta seluruh pimpinan OPD menjadi teladan (role model) dalam membangun budaya integritas, sekaligus memastikan implementasi SMAP berjalan konsisten di masing-masing instansi.

"Saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai upaya konkret dalam memperkuat komitmen kita bersama menuju pemerintahan yang bersih dan berintegritas," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Buleleng, I Putu Karuna, menjelaskan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mencegah tindak pidana korupsi, khususnya praktik suap di lingkungan pemerintah.

Ia menegaskan peran Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) sangat strategis dalam mendorong penguatan tata kelola melalui implementasi SMAP di seluruh perangkat daerah.

"Kami berharap melalui sosialisasi ini, seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama serta komitmen kuat dalam menerapkan sistem manajemen anti penyuapan secara berkelanjutan," ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Badan Standardisasi Nasional, Yudrika Putra, yang memaparkan strategi penerapan SMAP sebagai upaya sistematis mencegah praktik penyuapan di lingkungan pemerintahan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#suap #pemkab buleleng #korupsi #buleleng