SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng kembali mendorong lahirnya ide-ide kreatif melalui Lomba Inovasi Perangkat Daerah dan Masyarakat Tahun 2026.
Ajang ini diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret untuk menjawab berbagai persoalan di wilayah Bali utara.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng, Ketut Suwarmawan, menegaskan lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan upaya strategis untuk memastikan inovasi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.
”Bukan sekadar lomba, yang terpenting adalah inovasi tersebut dapat terus hidup, dikembangkan, dan benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis, inovasi kini menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan. Namun, masih banyak gagasan kreatif yang belum terdokumentasi maupun dimanfaatkan secara optimal.
Melalui lomba ini, pemerintah ingin mendorong agar setiap ide tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi mampu diwujudkan menjadi solusi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), inovasi dinilai sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sementara bagi masyarakat, inovasi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 32 inovasi telah didaftarkan, terdiri dari 16 inovasi OPD dan delapan inovasi dari tingkat kecamatan. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp 19,5 juta.
Suwarmawan menekankan, esensi dari kegiatan ini bukan soal menang atau kalah, melainkan bagaimana inovasi mampu menciptakan perubahan dan memberikan manfaat luas bagi Buleleng.
”ASN juga dituntut untuk terus berinovasi, agar mampu menghadirkan layanan yang semakin efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya