SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Upaya efisiensi anggaran di Kabupaten Buleleng mulai menunjukkan hasil. Meski belum optimal, tren penghematan sudah terlihat.
Pemerintah Kabupaten Buleleng bahkan menargetkan penurunan belanja hingga 20 persen.
Kebijakan ini berjalan pasca terbitnya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah tertanggal 31 Maret 2026. Sejak itu, sejumlah pos pengeluaran mulai mengalami penurunan.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Buleleng, Made Pasda Gunawan, menyebut tren efisiensi mulai terlihat dari berbagai komponen belanja operasional.
”Terbukti dari hasil evaluasi, realisasi anggaran terdapat tren penurunan, baik dari penggunaan BBM, listrik, air, telepon, dan belanja operasional lainnya,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Data menunjukkan empat pos anggaran utama mulai mengalami penurunan. Belanja BBM pada Maret tercatat Rp 692,8 juta turun menjadi Rp670,1 juta pada April.
Tagihan telepon juga menurun dari Rp 37,2 juta pada Maret menjadi Rp 31,5 juta pada April.
Sementara itu, tagihan air turun dari Rp 76,9 juta menjadi Rp 58,14 juta atau berkurang Rp 18,7 juta.
Penurunan juga terjadi pada tagihan listrik, dari Rp 417,9 juta menjadi Rp 383,6 juta.
Meski demikian, Pasda mengakui penurunan tersebut masih tergolong awal, yakni sekitar 3–5 persen. Ia berharap tren efisiensi bisa semakin meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
”Tren penurunannya memang belum terlalu signifikan untuk bulan Maret-April. Sekitar tiga sampai lima persen. Harapannya, kalau berjalan dengan efektif, bisa sampai sepuluh persen penurunannya untuk pemakaian BBM juga listrik,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya