Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dari Ujung Buleleng, Desa Tembok Jadi Percontohan Perlindungan Pekerja Migran

Francelino Junior • Jumat, 8 Mei 2026 | 17:16 WIB
Suasana saat verifikasi lapangan oleh tim penilai lomba desa terbaik dalam pelindungan PMI di Desa Tembok. Kini wilayah tersebut berhasil meraih juara terbaik satu.
Suasana saat verifikasi lapangan oleh tim penilai lomba desa terbaik dalam pelindungan PMI di Desa Tembok. Kini wilayah tersebut berhasil meraih juara terbaik satu.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Desa Tembok, yang berada di ujung timur Kabupaten Buleleng, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. 

Desa di Kecamatan Tejakula ini dinobatkan sebagai terbaik pertama dalam perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tahun 2025.

Penghargaan bergengsi tersebut diberikan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, setelah Desa Tembok dinilai memiliki komitmen kuat dalam melindungi warganya yang bekerja di luar negeri.

Dalam penilaian tersebut, Desa Tembok berhasil mengungguli sejumlah desa lain di Indonesia. Posisi kedua diraih Desa Sumber Gede, Kabupaten Lampung Timur. Disusul Desa Bontomanai, Kabupaten Gowa di peringkat ketiga.

Perbekel Desa Tembok, Dewa Ketut Wily Asmawan, mengatakan desa yang dipimpinnya memang memberi perhatian khusus terhadap perlindungan PMI beserta keluarganya.

“Kami memiliki program yang concern pada perlindungan PMI dan keluarga mereka,” ujarnya.

Menurutnya, perlindungan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendataan hingga memastikan legalitas keberangkatan PMI. 

Pemerintah desa juga aktif mengumpulkan informasi penting, seperti agen penyalur, negara tujuan, hingga jenis pekerjaan yang dijalani warga.

“Mulai dari cari contact person PMI dan agensinya, kerja di negara mana, dan bekerja sebagai apa. Sehingga kalau ada permasalahan, mudah kami hubungi agensinya,” jelasnya.

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada keluarga PMI yang ditinggalkan. Pemerintah desa memastikan akses layanan kesehatan melalui poskesdes serta menyediakan fasilitas transportasi sekolah bagi anak-anak, termasuk keluarga PMI.

Sebagian besar PMI asal Desa Tembok bekerja di sektor darat, terutama bidang hospitality di berbagai negara seperti Dubai (UEA), Amerika Serikat, Australia, hingga Jepang. Sementara sebagian lainnya bekerja di kapal pesiar.

Tingginya jumlah warga yang bekerja ke luar negeri, ditambah berbagai kasus yang kerap menimpa PMI, mendorong desa membangun sistem perlindungan berbasis pendataan yang lebih ketat.

Upaya tersebut mendapat perhatian dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan ESDM Kabupaten Buleleng serta BP3MI Bali. 

Desa Tembok pun terpilih mewakili Bali bersama Desa Apuan, Bangli, hingga akhirnya menembus 10 besar, 5 besar, dan keluar sebagai juara pertama tingkat nasional.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain dalam memberikan perlindungan maksimal kepada warganya yang bekerja di luar negeri. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#pekerja migran #tembok #pmi #buleleng