Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Desa Tembok Siapkan Angkutan Sekolah Gratis. Antar Ratusan Siswa Tiap Hari

Francelino Junior • Kamis, 28 Mei 2026 | 04:23 WIB
BUS SEKOLAH: Armada bus sekolah yang melayani siswa dari Desa Tembok. (Bale Bengong)
BUS SEKOLAH: Armada bus sekolah yang melayani siswa dari Desa Tembok. (Bale Bengong)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, menunjukkan inovasi di bidang pelayanan publik. 

Salah satu program unggulannya adalah angkutan siswa alias bus sekolah yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Layanan ini tidak dipungut biaya, alias gratis.

Program ini sudah berjalan sejak 2017 dan secara khusus menyasar siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Kebijakan ini diambil karena sebagian besar siswa harus bersekolah di desa tetangga, tepatnya di Desa Sambirenteng. Sementara akses transportasi umum sangat minim.

Perbekel Desa Tembok, Dewa Ketut Wily Asmawan, mengatakan aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama lahirnya program tersebut. 

Dengan adanya fasilitas tersebut, risiko kecelakaan lalu lintas yang mengintai pelajar dapat ditekan. Utamanya bagi mereka yang menempuh pendidikan di SMPN 2 Tejakula.

“Faktor keselamatan anak-anak kami perhitungkan. Sehingga kami fasilitasi 115 anak dari Desa Tembok dengan satu bus dengan 45 kursi, dan satu minibus dengan 20 kursi. Dua armada ini antar jemput setiap hari,” ujarnya.

Setiap harinya, dua armada tersebut melayani antar-jemput siswa secara rutin. Program ini dinilai lebih aman dibandingkan jika siswa harus menggunakan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah.

Untuk operasional kendaraan, desa di ujung timur Buleleng ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp 110 juta per tahun. Dana tersebut digunakan untuk biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, serta gaji dua sopir.

Sejauh ini, program angkutan siswa gratis berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. 

Warga merasa terbantu, terutama dalam menjamin keamanan dan kenyamanan anak-anak saat bersekolah.

Namun demikian, pemerintah desa mulai menghadapi tantangan terkait rencana pengurangan dana desa dari pemerintah pusat. 

Jika sebelumnya desa menerima sekitar Rp 1 miliar, ke depan anggaran diperkirakan turun signifikan menjadi Rp 373 juta pada 2027.

Meski demikian, pemerintah desa menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan program yang telah terbukti bermanfaat ini. 

Berbagai upaya tengah disiapkan, termasuk membuka peluang pendanaan dari pihak luar seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Jadi kami harus cari solusi, yang memungkinkan program berjalan tapi pendanaan dari luar, misalnya CSR. Tapi kami upayakan program berjalan, karena sudah dirasakan manfaatnya untuk masyarakat,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bus sekolah #tembok #sekolah #buleleng #siswa