Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bencana di Busungbiu Putus Jalan Titab–Pucaksari. Akses Puluhan Keluarga Terisolir

Eka Prasetya • Jumat, 16 Januari 2026 | 13:49 WIB

 

PUTUS TOTAL: Akses jalan penghubung antara Desa Titab dengan Banjar Batumegaang di Desa Pucaksari yang putus total akibat tergerus aliran air Tukad Saba.
PUTUS TOTAL: Akses jalan penghubung antara Desa Titab dengan Banjar Batumegaang di Desa Pucaksari yang putus total akibat tergerus aliran air Tukad Saba.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Bencana alam yang melanda wilayah Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis (15/1/2026), menimbulkan dampak serius bagi aktivitas warga. 

Salah satu imbas terparah adalah terputusnya akses jalan penghubung dari Dusun Bale Dana, Desa Titab, menuju Banjar Batumegaang, Desa Pucaksari.

Badan jalan sepanjang sekitar 65 meter dengan lebar 3 meter amblas karena tergerus aliran Tukad Saba.

Praktis kondisi tersebut mengganggu mobilitas warga, karena akses jalan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Akses tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung antarwilayah, sekaligus jalur vital menuju kebun dan fasilitas pendidikan.

Di sepanjang akses jalan yang rusak itu terdapat SDN 4 Pucaksari. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut terancam terganggu karena akses menuju lokasi menjadi sangat terbatas.

Perbekel Titab, I Wayan Suastika menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Menurutnya, kerusakan jalan terjadi cukup parah hingga menyisakan bagian bahu jalan saja.

“Akses jalan satu-satunya ke Banjar Batumegaang. Kejadian sekitar jam 5 sore. Habis sekali jalannya. Hanya bahu jalan yang masih. Panjang jalan sekitar 60 meter yang jebol,” kata Suastika saat ditemui pada Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: Simpan Sabu di Brankas Berbentuk Buku, Warga Denpasar Divonis 4,5 Tahun Penjara

Suastika menambahkan, hingga saat ini tidak ada jalur alternatif yang bisa digunakan warga Titab menuju Batumegaang, maupun sebaliknya. 

Ia menegaskan, jalur tersebut memiliki peran sangat vital bagi kehidupan masyarakat. Banyak warga Desa Titab memiliki kebun di wilayah Pucaksari dan sangat bergantung pada akses tersebut.

“Ini sangat vital karena akses warga ke kebun. Banyak warga kami punya kebun di Pucaksari. Ada juga sekitar 40 keluarga di Batumegaang yang kesulitan akses jalan keluar wilayah,” ucapnya.

Kini sebuah alat berat hasil sumbangan warga, tengah dikerahkan di lokasi kejadian. Alat berat membuat akses jalan sementara agar dapat dilalui kendaraan dengan lebih aman.

Sementara itu Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, turun langsung meninjau lokasi pada Jumat (16/1/2026). Ia menyebut kerusakan akses Titab–Pucaksari sebagai dampak bencana paling fatal yang terjadi di wilayah Busungbiu.

“Ini titik paling fatal karena menutup akses dari Titab ke Pucaksari, kurang lebih putus 65 meter. Ini perlu penanganan segera,” kata Sutjidra.

Menurutnya, pemerintah daerah langsung bergerak cepat. Ia menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) melakukan penanganan darurat.

“Saya minta supaya bisa segera menangani ini. Karena ini akses vital, apalagi ada sekolah juga di sana yang terisolir,” ujarnya.

Sutjidra memastikan pengerjaan jalan darurat akan segera dilakukan agar akses warga bisa kembali dibuka. Target awal, jalur tersebut bisa dilewati kendaraan roda dua dengan aman.

“Ada warga yang punya alat berat bekerja untuk buka akses ini. Besok (Sabtu, 16 Januari 2026) sudah dikerjakan Dinas PUTR agar akses bisa dilalui masyarakat. Saya minta secepatnya dibuka,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, penanganan jangka panjang akan difokuskan pada penguatan struktur jalan dan penataan aliran sungai di sekitar lokasi. Pasalnya, pertemuan aliran sungai di titik tersebut diduga menjadi pemicu utama terjadinya kerusakan.

“Memang ada permasalahan persimpangan aliran sungai. Jadi akan ditangani dari hulu. Sungai juga bisa diperlebar agar jika ada air bah seperti kemarin tidak memicu akibat yang tidak diinginkan,” jelas Sutjidra.

Sebagai langkah awal, pemerintah akan memperkuat area terdampak dengan kawat bronjong dan menjalin komunikasi dengan pemilik lahan di sekitar lokasi untuk melakukan pelebaran sungai demi mencegah kejadian serupa terulang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kendaraan #bali #bencana alam #busungbiu #belajar #SDN 4 Pucaksari #jalur alternatif #pucaksari #jalan #pendidikan #Tukad Saba #perbekel #sekolah #titab #buleleng #kebun