RadarBuleleng.id - Pasokan gas LPG 3 kg di Bali kini sedang langka. Terutama di wilayah Denpasar dan Badung.
Warga, khususnya para ibu rumah tangga, kesulitan mendapatkan gas LPG. Apalagi di tingkat pengecer.
Kalau toh tersedia, harga LPG sudah melambung tinggi. Bahkan ada yang mendekati harga Rp 30 ribu per tabung.
Pemprov Bali pun akan mengambil langkah pergeseran distribusi LPG 3 kg. Langkah itu diambil sebagai dampak dari kelangkaan gas subsidi selama seminggu terakhir.
“Yang bisa kami lakukan adalah mengatur distribusinya di daerah mana yang permintaannya relatif lebih kecil, yang kuotanya masih sisa, kami geser. Dua hari lalu sudah dilakukan pergeseran-pergeseran,” kata Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra sebagaimana dikutip dari ANTARA.
Baca Juga: Kuota Berkurang, Gas Elpiji Bersubsidi di Buleleng Terancam Langka
Dewa Indra mengungkapkan, wilayah yang paling tinggi konsumsi gasnya adalah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Ia menyebut, sejak Rabu (29/5/2024), kedua daerah itu sudah mendapat tambahan kuota. Tambahan kuota itu diambil dari daerah lain.
Indra menyatakan Pemprov Bali juga tengah melakukan komunikasi kepada Kementerian ESDM dan Hiswana Migas, untuk membantu menata kembali distribusi gas LPG.
“Kita tahu penduduk di sini (Denpasar dan Badung) lebih banyak, aktivitas perekonomian paling kompleks dibandingkan dengan di wilayah-wilayah lain,” ujarnya.
Asal tahu saja, sejak sepekan terjadi kelangkaan LPG 3 kilogram di Kota Denpasar dan sekitarnya.
Bahkan harga LPG 3 kg kini tembus Rp 30.000 di pengecer. Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) semestinya hanya Rp 18.000 per tabung.
Ia mengaku sudah melakukan pengawasan dan pemantauan. Dimana ia melihat masyarakat masih banyak yang memilih membeli di pengecer, bukan langsung di pangkalan.
Meski harganya melonjak tajam, masyarakat tetap menyanggupi harga sehingga pengecer berani menjual dengan harga tersebut.
“Harga yang tinggi itu di warung-warung. Kalau harga di pangkalan, agen, sesuai dengan peraturan gubernur. Iya ini (Rp30.000) harga tertinggi tapi tidak semua daerah, hanya di daerah-daerah yang langka,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya