Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

LPG Langka, Pertamina Tambah Kuota Tabung LPG Bersubsidi Jelang Idul Adha

Eka Prasetya • Kamis, 13 Juni 2024 | 00:36 WIB

 

KOSONG: Salah seorang karyawan mengatur tabung gas LPG 3 kilogram yang kosong.
KOSONG: Salah seorang karyawan mengatur tabung gas LPG 3 kilogram yang kosong.

RadarBuleleng.id - Kuota LPG di Bali sejak beberapa minggu terakhir dalam kondisi langka. Secara kebetulan, sebuah gudang LPG bersubsidi oplosan meledak, saat LPG sedang langka.

Menjelang hari raya Idul Adha, Pertamina Patra Niaga memilih menambah 462 ribu tabung LPG 3 kg alias LPG bersubsidi.

Tambahan kuota itu diberikan untuk mengantisipasi kelangkaan LPG di Bali pada hari raya Idul Adha 2024.

"Sebelum dan sesudah Idul Adha kami akan tambah tabung secara periodik melihat prediksi tingginya konsumsi," kata Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Baca Juga: Amankan Pasokan Gas LPG 3 Kg di Buleleng, Dinas Minta Pengiriman Pasokan Lebih Awal

Rencananya tambahan LPG bersubsidi itu didistribusikan secara merata di 9 kabupaten/kota yang ada di Bali.

Kuota tambahan itu mencapai 1.386 metrik ton atau mencapai 174,1 persen dari konsumsi normal harian.

Rahedi berharap dengan kebijakan itu diharapkan tidak ada lagi oknum yang mengambil keuntungan memanfaatkan situasi kebutuhan yang diperkirakan meningkat.

Ia menambahkan alokasi pasokan tersebut berbeda untuk tiap kota/kabupaten dengan tambahan bervariasi mulai dari paling kecil 50 persen hingga 130,2 persen dari konsumsi normal berdasarkan proyeksi peningkatan konsumsi di masing-masing daerah.

Lebih lanjut Rahedi mengimbau masyarakat membeli LPG di pangkalan resmi agar membeli LPG di pangkalan resmi. Sehingga masyarakat bisa membeli tabung seharga Rp18 ribu per tabung.

"Mudah membedakan pangkalan resmi. Kalau harganya sudah di atas Rp 18.000 itu bukan pangkalan resmi. Tapi itu pilihan masyarakat, namun kalau sudah kelewatan ambil untungnya, jangan dibeli," imbuh Rahedi.

Baca Juga: Harga LPG 3 Kilogram Tembus Rp 40 Ribu. Pemerintah Klaim Distribusi Aman

Saat ini LPG di Bali disuplai dari 16 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang merupakan penugasan pemerintah (PSO). Sementara pangkalan di Bali mencapai 3.716 unit pangkalan.

"Jadi di tiap desa sudah terdapat minimal tiga sampai empat pangkalan LPG. Sedangkan di kota sudah minimal lima pangkalan LPG per desa. Jadi tidak ada alasan kesulitan mencari pangkalan resmi," ucapnya.

Asal tahu saja kini konsumsi rata-rata normal harian LPG di Bali mencapai 800 metrik ton per hari. 

Stok tersebut masih dalam kategori aman dan masih mampu memenuhi lonjakan konsumsi hingga lima kali lipat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #lpg #lpg bersubsidi #pertamina