RadarBuleleng.id - Pesta Kesenian Bali (PKB) bukan semata-mata soal pementasan seni dan budaya. Tapi juga soal kerajinan.
Seperti yang terlihat pada ajang PKB 2024. Sejumlah perajin menghadirkan buah karya mereka di stand kerajinan.
Salah satunya adalah stand kerajinan Umah Tari. Kerajinan ini diproduksi oleh I Wayan Yuda, asal Banjar Puaya, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali.
Stand ini menjadi salah satu primadona kerajinan pada ajang PKB 2024. Mengingat yang dihadirkan cukup unik.
Wayan Yuda menghadirkan beberapa buah karyanya, seperti tapel penari, tapel bondres, tapel dari jauk manis maupun jauk keras, ada juga kipas, barong bangkung, hingga wayang.
"Sudah ada pembeli. Lebih banyak (membeli, red) tapel sama wayang,” ungkap karyawan Umah Tari, Ni Made Erawati, belum lama ini.
Menurutnya, kerajinan berupa wayang kulit dijual dari harga Rp50 ribu sampai Rp 285 ribu sebuah.
Sementara untuk tapel, dijual seharga Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu sebuah. Tapel paling kecil dijual seharga Rp 100 ribu.
Baca Juga: Bawa Garapan Ki Barak Panji Sakti, Sanggar Seni Jagratara Buleleng Tampil Apik di PKB
Tapel yang paling diminati yakni tapel bondres, tapel bungkulan, dan tapel barong. Semua kerajinan ada yang dibuat sendiri dan ada juga yang dibuat dengan tukang ukir.
"Bahan tapel dari kayu sandat. Kalau yang lebih mahalan seperti yang ditampilkan di rak (bahannya, red) kayu pule. Sama kayak yang rangda juga kayu pule," kata Dek Era.
Menariknya, ada kotak wayang yang bergerak menampilkan siluet beragam wayang berukuran kecil.
"Kotak wayang ini biasanya untuk ngeroras atau nyekah. Digerakkan pakai dinamo sama ada listriknya. Diisi flashdisk juga biar bunyi," sambungnya.
Satu kotak wayang dijual seharga Rp2 juta. Pengunjung PKB pun banyak yang melirik kerajinan kotak wayang ini.
Era menyebut saat awal PKB dibuka, omzet yang berputar mencapai Rp 5 juta. Namun seiring berjalannya waktu, omzet tertinggi adalah Rp 2 juta.
Saat hari pertama PKB dibuka, penjualannya bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta. Di hari biasa, penjualannya bisa menyentuh angka Rp 2 juta. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya