Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Antisipasi Inflasi, Waspada Lonjakan Harga Cabai

Eka Prasetya • Selasa, 30 Juli 2024 | 22:20 WIB

 

Salah seorang pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Amlapura Timur, Jumat (26/7). Saat ini harga cabai tembus Rp 80 Ribu per Kilogramnya.
Salah seorang pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Amlapura Timur, Jumat (26/7). Saat ini harga cabai tembus Rp 80 Ribu per Kilogramnya.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng mengantisipasi melonjaknya inflasi di Kabupaten Buleleng.

Pada musim penghujan ini, komoditas cabai disebut sebagai salah satu komoditas yang berdampak besar terhadap inflasi.

Dalam rangka mengantisipasi inflasi, Pemkab Buleleng bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengadakan rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2024. 

Rapat tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ni Made Rousmini bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buleleng. 

Baca Juga: Ribuan Cabai Ditanam, Antisipasi Inflasi di Buleleng

Plt. Sekjen Kemendagri, Thomsi Thohir menekankan pentingnya koordinasi dan perencanaan jangka panjang dalam rangka penanganan inflasi. 

"Pertemuan mingguan ini telah banyak menghasilkan langkah-langkah strategis. Kini, kita perlu fokus pada implementasi program-program tersebut di tingkat daerah," ujar Thomsi. 

Thomsi mengatakan, komoditas cabai perlu mendapatkan perhatian khusus pada musim penghujan kali ini. 

Ia meminta kepala daerah, terutama dinas pertanian, meningkatkan komunikasi dengan petani terkait perkembangan harga cabai rawit. 

"Kami telah melakukan pertemuan sebanyak 84 kali untuk membahas hal ini. Ketepatan waktu dalam penyaluran bantuan juga sangat penting," tambahnya.

Baca Juga: Panen Perdana Cabai di Hutan Kota Buleleng, Hasilkan 117 Kg

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa berdasarkan data, cabai, minyak goreng, dan beras berpotensi menyumbang inflasi pada bulan Juli. 

Meskipun pada Juni lalu terjadi deflasi pada cabai merah dan cabai rawit, peningkatan produksi belum maksimal. 

"Kenaikan harga minyak goreng premium dan minyak curah sebesar 1% juga perlu menjadi perhatian. Namun secara nasional, harga minyak goreng masih stabil," jelas Pudji.

Di tingkat Kabupaten Buleleng, cabai rawit masih menjadi komoditas yang paling bergejolak. Penurunan produksi akibat cuaca buruk menjadi salah satu penyebabnya. 

Berbagai langkah strategis dan koordinasi intensif terus dilakukan oleh TPID Kabupaten Buleleng untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan cabai di pasaran. 

Pemerintah daerah diharapkan dapat bekerja sama dengan petani dan pedagang untuk menstabilkan harga dan mencegah lonjakan inflasi yang lebih besar. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#komoditas #kemendagri #cabai #inflasi