Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Panen Raya, Petani di Buleleng Sudah Menghasilkan 1.000 Ton Cengkeh

Eka Prasetya • Senin, 2 September 2024 | 01:24 WIB
CENGKEH: Ibu-ibu di Desa Padangbulia tengah memisahkan bunga cengkeh.
CENGKEH: Ibu-ibu di Desa Padangbulia tengah memisahkan bunga cengkeh.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kabupaten Buleleng sedang masuk dalam fase panen raya cengkeh. Hasil panen melimpah ruah.

Produksi cengkeh tahun ini diprediksi akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Data di Dinas Pertanian Buleleng, pada tahun 2022 lalu produksi cengkeh di Buleleng menyentuh angka 2.298 ton. Kemudian turun menjadi 2.073 ton pada tahun 2023.

Kini pada tahun 2024, hingga bulan Juli 2024 saja, panen cengkeh di Buleleng telah menyentuh angka 1.048 ton.

Baca Juga: Amor Ing Acintya! Buruh Petik Cengkeh Asal Buleleng Tewas Tenggelam di Jembrana

Jumlah itu diprediksi akan terus bertambah. Sebab musim panen cengkeh diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir bulan ini.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, tren produksi panen cengkeh di Buleleng terkesan jalan di tempat meski tengah mengalami panen raya.

Salah satu pemicunya adalah petani kesulitan mendapat buruh petik. Kalau toh tersedia, biayanya cukup besar. Mencakup 50 persen dari biaya operasional.

Tingginya biaya buruh tidak lepas dari kondisi tanaman cengkeh di Buleleng. Rata-rata tanaman cengkeh di Buleleng telah mencapai 50 tahun.

Akibatnya pohon cengkeh menjulang tinggi. Pohon yang tinggi, praktis meningkatkan resiko kecelakaan buruh petik. Alhasil buruh juga meminta bayaran lebih tinggi.

“Sulit sekali cari buruh. Malah harus mendatangkan dari Jawa. Rata-rata datang dari Banyuwangi,” kata Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, Minggu (1/9/2024).

Baca Juga: Duh, Petani Cengkeh Mengeluh Kesulitan Buruh Petik. Harus Datangkan Tenaga dari Jawa

Menurut Melandrat, kini idealnya petani mulai melakukan peremajaan tanaman cengkeh. Sebab tanaman sudah cukup tua. 

“Cuma kan peremajaan itu makan waktu. Paling cepat cengkeh itu 5 tahun baru menghasilkan. Sekarang di beberapa desa itu cengkehnya sudah mulai dipangkas supaya lebih mudah dipetik,” ujar Melandrat. 

Saat ini luas area tanam cengkeh di Buleleng mencapai 8.082 hektare. Perkebunan cengkih itu tersebar di seluruh kecamatan, kecuali Kecamatan Gerokgak. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#panen raya #petani #buleleng #cengkeh