Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Aneh! Hotel Berbintang di Buleleng Mendadak Tutup. Padahal Sudah Ada Ratusan Bookingan

Eka Prasetya • Selasa, 5 November 2024 | 13:29 WIB

 

MEWAH: Hotel Spa Village Resort saat masih aktif beroperasi. Hotel itu merupakan salah satu hotel bintang empat di Buleleng.
MEWAH: Hotel Spa Village Resort saat masih aktif beroperasi. Hotel itu merupakan salah satu hotel bintang empat di Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Keputusan direksi Hotel Spa Village Resort menghentikan operasional hotel sejak 1 Oktober lalu, masih menyisakan tanda tanya.

Sebab tingkat hunian hotel bintang empat di Buleleng itu termasuk tinggi. Selain itu jumlah repeater atau wisatawan yang menjadi pelanggan, juga cukup banyak.

Konon tingkat hunian menyentuh angka rata-rata 60 persen dalam setahun. Namun direksi memutuskan menghentikan operasional.

Informasi yang dihimpun RadarBuleleng.id, hotel yang terletak di Desa Tembok tersebut dikendalikan oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Malaysia.

Perusahaan bukan hanya bergerak  dalam pengelolaan hotel, tapi juga investasi, properti, hingga konstruksi. Perusahaan itu milik konglomerat Malaysia.

Ketua Serikat Pekerja Pariwisata Spa Village Resort, Jro Mangku Gede Pasek mengatakan, selama ini pengelolaan hotel berjalan cukup baik.

Menurutnya wisatawan yang menginap tidak pernah mengeluh. Review di internet juga cukup baik.

Sebelum tutup, hotel itu memiliki rating 4,6 di google reviews. Ratusan pengunjung memberikan rating bintang 5 pada manajemen hotel.

“Suasana kerja juga nyaman sekali. Manajemen dan karyawan itu tidak pernah ada masalah,” kata Pasek.

Namun pada 30 September 2024, seluruh karyawan diminta memindahkan tamu yang menginap. Padahal saat itu ada 11 kamar yang terisi.

“Untuk bulan Oktober juga sebenarnya sudah ada bookingan. Makanya ketika tiba-tiba disuruh tutup, karyawan benar-benar kaget. Ada masalah apa sebenarnya,” ungkapnya.

Terpisah, Perbekel Tembok, Dewa Ketut Willy Asmawan mengatakan, tutupnya hotel tersebut membuat masyarakat resah.

Willy menyebut, hotel tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat Tembok. Sebab dari 61 orang karyawan, 40 orang diantaranya merupakan warga Tembok.

“Pastinya ini sangat berdampak. Karena sebagian besar karyawan itu warga Tembok, sisanya masih tinggal di seputaran Tejakula,” katanya.

Willy juga menyebut tingkat hunian atau okupansi hotel sangat baik. Dia menyebut hotel tidak pernah sepi, sekalipun pada low season.

Bahkan pada bulan Oktober lalu, disebut ada 400 bookingan yang masuk. Namun direksi memutuskan menutup hotel per tanggal 1 Oktober 2024.

“Informasi yang saya terima dari karyawan seperti itu. Makanya aneh juga tiba-tiba tutup. Apa masalahnya juga belum jelas. Yang terdampak kan karyawan, karena statusnya belum jelas. Apakah PHK atau hanya penutupan sementara,” ujarnya.

Asal tahu saja, Hotel Spa Village Resort di Desa Tembok mendadak tutup pada 1 Oktober lalu. Hotel bintang empat di Kecamatan Tejakula itu tiba-tiba menghentikan seluruh operasionalnya.

Tadinya hotel masih beroperasi seperti biasa pada Minggu (29/9/2024). Namun pada Senin (30/9/2024), tamu yang menginap dipindahkan ke hotel lain. Kemudian pada Senin (1/10/2024) seluruh aktivitas dihentikan.

Pemerintah berusaha menuntaskan masalah itu, terutama dari sisi tenaga kerja. Namun upaya mediasi yang dilakukan Disnaker Buleleng tidak membuahkan hasil. 

Dalam perkembangannya, muncul isu bahwa direksi hotel melakukan manipulasi harga kamar. Harga kamar yang dijual pada aplikasi, berbeda dengan harga yang dicatat dalam pembukuan.

Hal itu berdampak pada temuan pajak. Diduga direksi mengemplang pajak alias menolak membayar pajak senilai Rp 10 miliar sejak tahun 2018 lalu.

Setelah hotel tutup pada 1 Oktober 2024, direksi hotel mendadak menghilang. Konon pihak direksi berada di Malaysia. Mereka memutus kontak dengan para pekerja dan manajemen. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#spa village resort #hunian #hotel #okupansi #buleleng