RadarBuleleng.id - Petani garam di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, kini mulai merambah pasar terapi kesehatan dan kecantikan.
Berkat pelatihan yang diberikan, Kelompok Sarining Segara mampu berinovasi menghasilkan garam dengan berbagai varian aroma yang diminati industri spa. Garam digunakan untuk aromaterapi bagi pengunjung spa.
Seorang petani garam tradisional Kusamba, Nengah Diana mengungkapkan, para petani garam sempat mendapat pelatihan dari Kementerian Sosial.
Saat itu, kementerian memberikan pelatihan khusus pembuatan garam untuk perawatan kulit dan relaksasi.
Petani garam Kusamba kemudian berhasil membuat garam dengan varian aromatik. Adapun varian itu berupa lemongrass, lavender, rose, peppermint, serta versi original.
Kementerian juga turut memberikan bantuan berupa bahan-bahan aromatik, kemasan, dan pelabelan.
"Kami mencampur sendiri garam dengan bahan aromatik sebelum dipasarkan," ujar Nengah Diana.
Inovasi ini mulai menarik perhatian pelaku usaha spa di Denpasar. Garam yang diproduksi dengan sistem tunnel ini dijual seharga Rp 17 ribu per kemasan dengan berat 250 gram.
Dengan harga tersebut, petani mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi. Sebab garam tradisional laku seharga Rp 30 ribu per kilogram.
“Kami berharap penjualan garam dengan varian aroma ini terus meningkat. Saat ini, kami sudah menerima pesanan 60 kemasan dari Denpasar,” demikian Diana. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya