RadarBuleleng.id - Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan pada 23 April mendatang, pemerintah mulai mendata populasi hewan ternak di Bali. Khususnya babi.
Di Kabupaten Tabanan misalnya, babi potong dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi.
Bahkan, jumlah yang tersedia jauh melebihi kebutuhan masyarakat saat upacara keagamaan berlangsung.
Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Subagia, menyebut populasi babi di daerahnya mencapai lebih dari 30 ribu ekor.
Sementara jumlah babi siap potong yang tersebar di peternakan masing-masing kecamatan tercatat sebanyak 5.970 ekor.
Baca Juga: Viral! Ular Piton Besar Masuk Kandang di Seririt, Diduga Telan Babi Peliharaan
Ketersediaan tersebut, jauh melampaui proyeksi kebutuhan masyarakat Tabanan yang hanya sekitar 4.435 ekor.
“Astungkara, stoknya aman. Jumlahnya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Galungan dan Kuningan,” ujar Subagia.
Menurutnya, tren kebutuhan babi potong saat hari raya tidak banyak mengalami perubahan dari tahun ke tahun.
Oleh karena itu, pihaknya terus memantau ketersediaan hewan kurban melalui pengawasan langsung di lapangan.
Selain menjamin jumlah, Dinas Pertanian juga memastikan kualitas daging babi tetap aman dikonsumsi.
Pemantauan kesehatan hewan rutin dilakukan melalui pemberian vaksin dan vitamin yang disuplai dari Dinas Pertanian Provinsi Bali.
"Vaksin dan vitamin diberikan secara bertahap sesuai target agar babi yang dipotong nantinya sehat dan layak konsumsi," imbuhnya.
Dari sisi harga, babi potong di tingkat peternak kini berada di kisaran Rp 52 ribu hingga Rp 54 ribu per kilogram.
Perbedaan harga antar kecamatan, sangat dipengaruhi oleh suplai dan kualitas. Termasuk berat daging bersih pasca potong. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya