Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Gebyar Bulan ASN, BPKPD Buleleng Jemput Bola Pembayaran Pajak

Eka Prasetya • Selasa, 1 Juli 2025 | 17:08 WIB
PELAYANAN PAJAK: Tim BPKPD Buleleng  saat melakukan pelayanan pajak kepada ASN di Kantor Bupati Buleleng.
PELAYANAN PAJAK: Tim BPKPD Buleleng saat melakukan pelayanan pajak kepada ASN di Kantor Bupati Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng terus tancap gas memaksimalkan pendapatan dari sektor pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). 

Salah satu caranya adalah menggulirkan program Gebyar Bulan ASN, yang menyasar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Buleleng.

Kepala Bidang Penagihan BPKPD Buleleng, Gusti Putu Sudiana mengatakan, program tersebut telah bergulir sejak awal Juni. 

Tim pajak diterjunkan langsung ke kantor-kantor dinas untuk memberikan layanan pembayaran PBB secara langsung atau jemput bola.

“Target kami adalah ASN. Karena ASN harus jadi contoh taat bayar pajak. Apalagi mereka bagian dari pemerintahan daerah,” ujar Sudiana.

Sudiana menyebut, terdapat lebih dari 4.000 ASN yang terdaftar sebagai Wajib Pajak (WP) di lingkungan Pemkab Buleleng. 

Baca Juga: KPP Singaraja Kumpulkan Pajak Hingga Rp 129,48 Miliar, Kontribusi Masyarakat Buleleng Terus Tumbuh

Seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pun disasar secara bertahap untuk meningkatkan realisasi PBB-P2 tahun ini yang ditargetkan sebesar Rp 27,5 miliar.

Adapun Per akhir Juni 2025, capaian baru menyentuh angka Rp 7,3 miliar atau sekitar 26,85 persen dari target. 

“Lewat Gebyar Bulan ASN ini, kami ingin mempercepat realisasi. Ini bukan sekadar penagihan, tapi juga pelayanan administrasi dan pendataan ulang wajib pajak,” ujarnya.

Menariknya, program ini juga dirangkaikan dengan percepatan digitalisasi sistem pembayaran pajak. 

ASN yang membayar PBB-P2 secara non tunai melalui QRIS, akan mendapatkan souvenir menarik seperti gula pasir 1 kilogram, lunch box, atau tumbler.

“Kami gandeng Bank BPD Bali untuk mendukung digitalisasi ini. Ada reward untuk mendorong lebih banyak WP menggunakan pembayaran digital,” terang Sudiana.

BPKPD juga akan memperluas program ini ke tingkat kecamatan hingga ke sekolah-sekolah di seluruh Buleleng. 

Tim penagihan tidak hanya melakukan pemungutan, tapi juga melayani pendaftaran WP baru, perbaikan data administrasi, hingga pemutakhiran data objek pajak.

“Intinya, kami ingin mempermudah layanan pajak sekaligus membangun budaya sadar pajak yang kuat di Buleleng,” demikian Sudiana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#qris #pbb #pemkab buleleng #wajib pajak #pendapatan #asn #pajak #pajak bumi dan bangunan #buleleng #keuangan