Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Distribusi Logistik Tersendat, Harga Daging Babi di Buleleng Tetap Stabil

Eka Prasetya • Selasa, 22 Juli 2025 | 14:09 WIB
Suasana lapak salah satu pedagang daging babi di Pasar Anyar Singaraja. Pedagang mengaku daya beli daging babi  jelang Hari Raya Galungan menurun.
Suasana lapak salah satu pedagang daging babi di Pasar Anyar Singaraja. Pedagang mengaku daya beli daging babi jelang Hari Raya Galungan menurun.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Distribusi logistik dari Pulau Bali maupun yang menuju Bali, tersendat. Pemicunya ada belasan kapal yang dilarang beroperasi di Selat Bali.

Kondisi itu memicu kemacetan panjang kendaraan angkutan logistik. Terutama di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kondisi itu dikhawatirkan akan berdampak terhadap harga bahan pokok. Utamanya bahan pokok yang bersifat barang segar. Seperti sayur mayur, buah-buahan, maupun daging.

Salah satu komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga adalah komoditas daging babi. Tersendatnya distribusi logistik dapat menyebabkan permintaan daging semakin tinggi, sehingga membuat harga ikut melonjak.

Meski begitu, Pemkab Buleleng melalui Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM (Dagerin) Buleleng, memastikan harga daging babi dalam kondisi stabil.

Kepala Dinas Dagerin Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, harga daging babi kini berada pada rentang harga Rp 95 ribu sampai Rp 103 ribu per kilogram.

“Dengan rentang harga itu sebenarnya harga komoditas daging babi masih kondisi stabil,” kata Sudiarta.

Menurutnya dari sisi pasokan, suplai daging babi juga masih stabil. Setiap harinya diperkirakan ada 300 kilogram daging babi yang terjual.

Tingginya permintaan daging babi dari luar daerah, dipastikan tidak mempengaruhi harga daging babi di Kabupaten Buleleng.

Apalagi, Buleleng memiliki sejumlah peternakan babi skala besar. “Kita ada dua peternakan skala besar di Buleleng. Belum lagi peternak rumahan. Jadi sebenarnya pasokan aman,” ujarnya.

Berbeda halnya dengan kondisi saat hari raya. Baik itu Galungan, Kuningan, maupun Pagerwesi. Biasanya harga daging babi akan melonjak menjadi Rp 100 ribu hingga Rp 135 ribu per kilogram.

“Kami harap harganya tetap stabil. Meskipun ada kendala distribusi logistik. Mudah-mudahan tidak pengaruh dengan harga,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #komoditas #babi #logistik #selat bali #daging babi #bahan pokok #angkutan #pemkab buleleng #peternak #sayur #distribusi #perdagangan #harga #daging #buah-buahan