Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pemkab Buleleng Siapkan Pelatihan Bagi Pengurus Koperasi Merah Putih

Eka Prasetya • Selasa, 22 Juli 2025 | 21:26 WIB
Kepala Disdagperinkop UKM, Dewa Made Sudiarta.
Kepala Disdagperinkop UKM, Dewa Made Sudiarta.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng akan menyiapkan pelatihan bagi para pengurus Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Harapannya, bisnis koperasi bisa berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kini seluruh desa dan kelurahan di Buleleng telah memiliki Kopdes. Peresmian Koperasi Merah Putih itu dilakukan secara serentak pada Senin (21/7/2025).

Meski sudah terbentuk, belum semua koperasi menjalankan bisnis. Mereka masih mencari formulasi bisnis terbaik agar tidak bertabrakan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang lebih dulu eksis.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM (Dagerin) Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan, seluruh kopdes telah mengantongi akta notaris dan badan hukum dari Kementerian Hukum.

Saat ini seluruh pengurus masih berkutat pada penguatan tata kelola kelembagaan. Sekaligus pengembangkan skema bisnis.

Dari rancangan awal, kopdes di Buleleng melirik tiga sektor yang ada. “Mayoritas ingin mengembangkan bisnis gerai bahan pokok. Ada juga yang mengincar simpan pinjam maupun pergudangan,” kata Sudiarta

Sudiarta menjelaskan kini para pengelola kopdes masih mengandalkan dana internal sebagai modal bisnis.  Modal awal itu beragam. Tergantung dari jumlah anggota.

Kini rata-rata kopdes di Buleleng mengandalkan simpanan pokok sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per orang. Serta simpanan wajib antara Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per bulan per anggota.

Meski begitu, pengurus koperasi berpeluang mengakses pendanaan di Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi UKM, atau melalui perbankan.

“Tapi sebelum mengakses pendanaan, kami minta penguatan kelembagaan dulu. Jangan sampai sudah mengakses dana untuk modal, tapi bisnis nggak jalan,” kata Sudiarta.

Lebih lanjut Sudiarta mengatakan, kini pihaknya telah menyediakan fasilitas coaching clinic kepada para pengurus dan pengawas kopdes.

“Kami akan berikan penguatan mindset dalam bisnis. Bahwa kopdes tidak bisa tumbuh sendiri, tapi harus kolaborasi. Kami sudah siapkan pelayanan dan pendampingan di PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) setiap hari,” demikian Sudiarta. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#simpan pinjam #Koperasi Desa #perbankan #lpd #coaching clinic #Koperasi Merah Putih #koperasi #Kopdes #pemkab buleleng #desa #kelurahan #bisnis #perdagangan #buleleng #bumdes #kementerian