RadarBuleleng.id – Gubernur Bali, Wayan Koster mendorong agar seluruh produk ekspor asal Bali mencantumkan Aksara Bali pada kemasannya.
Hal tersebut ia tegasakan saat menghadiri pelepasan ekspor produk UMKM Bali ke Hongkong yang berlangsung di CV Naralia Grup Indonesia, Jalan Gatot Subroto Barat, Selasa (29/7/2025).
Menurut Koster, penggunaan Aksara Bali tidak hanya menjadi simbol identitas budaya, tetapi juga menambah nilai jual dan kebanggaan terhadap produk lokal Bali di pasar internasional.
“Produk-produk kita sudah bagus kualitas dan kemasannya. Tapi masih ada yang kurang. Belum ada Aksara Bali. Padahal ini produk asli Bali. Nanti wajib ada Aksara Bali di tiap kemasan sebagai bentuk kekhasan dan pride,” tegas Koster.
Ia mengapresiasi ekspor produk seperti kayu manis, vanila, dan madu yang dilakukan CV Naralia Grup. Namun, ia menekankan pentingnya menampilkan ciri khas Bali secara utuh.
“Bali ini punya kekuatan budaya yang luar biasa. Branding produk kita tidak boleh lepas dari akar budaya, termasuk bahasa dan aksara,” tambahnya.
Lebih jauh, Koster menyebut Bali memiliki 44 produk UMKM yang sudah memenuhi standar ekspor.
Komoditas seperti kopi arabika, garam tradisional, cokelat, arak, dan hasil pertanian lain punya potensi besar. Ia ingin agar seluruh rantai produksi mulai dari hulu hingga hilir dikembangkan secara berkelanjutan berbasis lokal.
Untuk garam tradisional Bali misalnya, sebelumnya sempat terkendala aturan kadar yodium. Namun kini, berkat sertifikat Indikasi Geografis (IG), garam Bali bisa dipasarkan kembali dan mulai digunakan di hotel serta restoran.
“Ini kemajuan. Tapi jangan lupa, bungkus garam kita juga harus pakai Aksara Bali,” tandasnya.
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso yang hadir dalam kesempatan itu mendukung inisiatif Gubernur Koster.
Ia menyatakan, keberpihakan pada produk lokal harus diikuti dengan strategi pemasaran yang kreatif, salah satunya lewat kemasan yang merepresentasikan identitas daerah.
“Kemasan itu strategi. Kalau bisa tampilkan aksara lokal dan keunikan budaya, itu daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Budi juga mengajak UMKM Bali untuk aktif dalam program UMKM BISA Ekspor, yang memberi pelatihan dan fasilitasi ekspor, termasuk akses business matching internasional.
“Sudah 609 UMKM tembus ekspor dengan nilai Rp 1,3 triliun. Bali jangan sampai ketinggalan,” ucapnya.
Direktur CV Naralia Grup, Mulianingsih, mengungkapkan bahwa ekspor kali ini merupakan hasil dari pameran di Hongkong yang berhasil menarik buyer asing. Produk yang diekspor senilai USD 350 ribu berasal dari kerja sama dengan UMKM Bali.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekjen Kemendag Isy Karim, Irjen Kemendag Komjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Kadis Perindag Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, serta sejumlah pelaku UMKM dan undangan lainnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya