SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, memberikan apresiasi kepada jajaran OPD Pemkab Buleleng, tim peneliti Universitas Sebelas Maret (UNS), serta sejumlah perguruan tinggi lokal yang mendampingi proses pendaftaran Kopi Robusta Lemukih untuk memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG).
Hal itu disampaikan Sutjidra saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Berbasis Indikasi Geografis di Kantor Bupati Buleleng, kemarin (4/9/2025).
“Ini sudah menjadi cita-cita lama saya. Kopi Robusta Lemukih harus memiliki nilai tambah dan pengakuan resmi lewat sertifikat IG. Dengan begitu, kopi Buleleng terlindungi secara hukum sekaligus memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi petani,” tegasnya.
Menurut Sutjidra, pengakuan IG akan mendongkrak daya saing Kopi Lemukih, baik di pasar nasional maupun internasional.
Pemkab Buleleng pun berkomitmen mendukung penuh mulai dari peningkatan budidaya, pengolahan pasca panen, hingga pengemasan produk agar mampu memenuhi standar kualitas global.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara menambahkan, langkah ini merupakan kelanjutan dari suksesnya Garam Tradisional Tejakula yang lebih dulu mendapat sertifikat IG.
Kini, Kopi Robusta Lemukih menjadi prioritas berikutnya untuk diangkat sebagai produk unggulan daerah.
“Dokumen deskripsi IG sudah rampung, termasuk profil produk dan sejarahnya. Masyarakat Desa Lemukih juga aktif terlibat. Saat ini tinggal menunggu klarifikasi serta verifikasi lapangan dari Kementerian Hukum dan HAM sebelum diajukan secara resmi,” jelas Dody.
Tak hanya itu, Pemkab juga tengah menyiapkan pengajuan IG untuk potensi lain seperti Gula Pedawa, Durian Bestala, hingga Batu Akik Pulaki.
Upaya ini diharapkan dapat memperkuat citra Buleleng sebagai daerah dengan kekayaan sumber daya unik dan bernilai tinggi.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti UNS, Abdul Kadir Jaelani, memastikan bahwa sertifikat IG untuk Kopi Lemukih akan segera terbit.
“Paling lambat Desember sudah keluar sertifikatnya. Kami harap petani terus menjaga kualitas produknya sebelum nanti resmi di-branding,” ujarnya.
Dengan pengakuan IG, Kopi Robusta Lemukih bukan hanya makin dikenal luas, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat nilai tambah ekonomi yang lebih besar. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya