RadarBuleleng.id - Di sebuah toko kelontong di Dusun Goris Asri, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, layanan keuangan hadir lebih dekat dari yang dibayangkan.
Toko kelontong milik Wayan Suandi, 41, kini bukan sekadar tempat belanja kebutuhan harian.
Sejak tahun 2018, toko ini juga menjadi agen BRILink dengan nama resmi BRILink Maju Mapan.
Toko tersebut menghadirkan kemudahan transaksi keuangan bagi masyarakat desa. Khususnya di Desa Pejarakan yang berjarak sekitar dua jam dari Kota Singaraja.
Suandi bercerita, perjalanan menjadi agen BRILink bermula dari usaha kecil-kecilan menjual sembako dan kebutuhan sehari-hari bagi warga desa.
Saat itu, ia melihat peluang ketika banyak warga harus antre panjang di BRI Unit Goris. Kebetulan bank tersebut hanya berjarak sekitar 200 meter dari toko miliknya.
“Awalnya saya cuma jual sembako dan pulsa. Lalu saya dengar soal BRILink, saya tanya-tanya ke BRI. Ternyata ada potensi penghasilan sekaligus bisa bantu warga. Dari sana saya coba, akhirnya diberikan mesin dan alat, lalu mulai saya promosikan ke sekitar,” kenangnya.
Tentu bukan hal yang mudah mengawali menjadi agen BRILink. Ketika itu tidak banyak warga yang paham dengan layanan BRILink.
Tapi Suandi tidak menyerah. Dia terus mempromosikan agen BRILink miliknya. “Awalnya ya promosi ke keluarga dan tetangga dekat dulu,” kata Suandi.
Keputusan itu terbukti tepat. Walau lokasinya berdekatan dengan unit BRI, Suandi tak pernah merasa bersaing.
Justru, kehadiran BRILink miliknya jadi solusi warga yang butuh layanan cepat tanpa harus antre panjang di bank.
“Kalau hanya transfer, top up, atau tarik tunai, kan tidak perlu antre lama. Jadi kalau di bank ramai, biasanya mereka lari ke sini,” ujarnya.
Seiring waktu, transaksi di BRILink Maju Mapan semakin ramai. Hampir setiap hari ia melayani top up dompet digital, transfer, pembayaran BRIVA, pembayaran maupun pembelian pulsa listrik, hingga tarik tunai.
Kini ia melayani penarikan hingga Rp 5 juta. Bahkan dia berani menyediakan nominal yang lebih besar.
Dia pun tidak pernah khawatir kas di agen miliknya kosong. “Selalu dibantu CS dan mantri di unit. Jadi kalau kas mulai berkurang, langsung ada solusi. Itu salah satu keuntungan dekat dengan BRI,” ungkapnya.
Tak hanya untuk transaksi harian, agen BRILink juga menjadi tumpuan warga dalam urusan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dari pengajuan, pembayaran cicilan, hingga komunikasi dengan bank, semuanya bisa dipermudah lewat perantara agen.
“Kalau ada warga mau mengajukan KUR atau bayar cicilan, mereka biasanya datang ke sini dulu. Jadi lebih gampang,” imbuhnya.
Suandi adalah agen BRILink ketiga di Desa Pejarakan. Sejak awal, ia bertekad serius mengelola usaha tersebut.
Kepercayaan masyarakat dijaga dengan pelayanan cepat dan jujur. Hasilnya, ia pernah dinobatkan sebagai agen dengan transaksi terbesar di Buleleng.
“Dulu sempat ada reward. Saya pernah dapat alat elektronik, mesin cuci, sampai dana Brizzi. Itu jadi motivasi juga,” tuturnya.
Meski memiliki warung sembako, Suandi sengaja memisahkan keuangan BRILink dari usaha toko. Pembukuan terpisah ia lakukan demi keteraturan dan profesionalitas.
“Kalau keuangan bercampur, nanti malah bingung. Jadi lebih baik terpisah, biar tertib,” katanya.
Kini, jumlah agen BRILink di Pejarakan semakin banyak. Persaingan pun kian ketat. Namun Suandi tidak gentar. Ia percaya, selama pelayanan prima tetap dijaga, masyarakat akan tetap setia.
“Syukur, astungkara, masih berjalan baik. Walaupun saingan semakin banyak, saya tetap fokus. Kuncinya pelayanan. Kalau masyarakat percaya, mereka pasti datang,” tegasnya.
Menurutnya manfaat terbesar menjadi agen BRILink bukan sekadar soal tambahan penghasilan, tetapi juga kontribusi nyata dalam membantu masyarakat desa.
Warga kini tidak perlu lagi repot antre lama di bank, bahkan bisa terbantu saat ATM mengalami gangguan.
“Kalau ATM penuh atau error, biasanya warga langsung lari ke sini. Itu yang bikin saya merasa keberadaan agen BRILink memang sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Bagi Suandi, BRILink bukan hanya mesin dan aplikasi, melainkan jembatan keuangan yang menghubungkan desa dengan layanan perbankan modern.
“Asal kita serius dan jaga kepercayaan, agen BRILink akan terus bermanfaat,” tutupnya.
Sementara itu Pemimpin BRI Branch Office Singaraja, Panji Kurniawan mengatakan, pihaknya terus mendorong tumbuhnya agen BRILink. Utamanya di kawasan pedesaan.
Menurut Panji, seiring dengan bertambahnya agen BRILink di kawasan pedesaan, maka layanan BRI akan semakin dekat dengan masyarakat.
“Masyarakat bisa mendapatkan layanan perbankan, selayaknya bertransaksi di kantor unit atau cabang. Bahkan nasabah juga bisa mengajukan KUR lewat agen BRILink,” katanya.
Selain itu, agen BRILink juga menjadi garda terdepan BRI dalam menyampaikan literasi keuangan dan perbankan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat semakin terlindung dari ancaman kejahatan perbankan. (ad)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya