Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Anggota DPRA Fraksi Golkar Pertanyakan Dana Rp 8.08 T Bank Aceh, Kemana?

Rizki Maulizar • Sabtu, 27 September 2025 | 20:34 WIB
Suasana pelayanan di Bank Aceh
Suasana pelayanan di Bank Aceh

RadarBuleleng.id - Kritik keras mengemuka terhadap kebijakan Bank Aceh Syariah (BAS) setelah terungkap adanya penempatan dana jumbo sebesar Rp8,08 triliun ke luar Aceh sepanjang tahun 2024.

Langkah tersebut dinilai tidak hanya menyalahi semangat pembangunan daerah, tetapi juga memunculkan keraguan terkait kepatuhan terhadap prinsip syariah.

Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Golkar, Khalid, menyebut mayoritas dana tersebut dialihkan melalui instrumen antar bank serta surat berharga nasional, mulai dari sukuk negara hingga obligasi korporasi.

Menurutnya, investasi pada sukuk masih sejalan dengan prinsip syariah, tetapi obligasi berbasis bunga justru menimbulkan tanda tanya besar.

“Kalau pada sukuk masih sesuai, tapi kalau sudah masuk ke obligasi, jelas yang dikejar adalah bunga. Itu bukan syar’i lagi,” tegas Khalid pada Sabtu (27/9/2025).

Ia merinci, sekitar Rp7,05 triliun dana BAS ditempatkan di surat berharga, termasuk obligasi korporasi yang rentan dengan praktik bunga.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa penempatan dana ke luar daerah jelas tidak memberikan dampak langsung bagi ekonomi Aceh, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Padahal, Qanun Aceh telah mengamanatkan sektor UMKM sebagai prioritas pembiayaan.

Khalid menyoroti fakta mencolok, berdasarkan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018, Bank Aceh diwajibkan menyalurkan minimal 30 persen pembiayaan untuk UMKM sejak 2020, lalu meningkat menjadi 40 persen pada 2022.

Namun hingga kini, realisasinya masih jauh di bawah target. “Ini menunjukkan lemahnya komitmen moral dan sosial Bank Aceh sebagai bank milik daerah,” sindirnya.

Meski ia mengakui bahwa instrumen surat berharga nasional dapat memberikan imbal hasil stabil bagi kesehatan keuangan bank, Khalid menegaskan Bank Aceh tidak boleh melupakan jati dirinya.

“Tujuan utama Bank Aceh adalah memberi dampak nyata bagi rakyat Aceh, bukan sekadar mengejar angka di atas kertas,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#dpr #kritik #bunga #investasi #bank #umkm #golkar #obligasi #aceh #syariah #Bank Aceh #ekonomi