RadarBuleleng.id - Persaingan chipset flagship tahun ini makin seru, bukan cuma karena makin kencang, tapi juga karena setiap merek punya gaya bertarung yang beda.
Snapdragon datang dengan otot gede, Apple tetap sok tenang tapi efisien, sementara MediaTek muncul kayak underdog yang tiba-tiba jadi ancaman serius.
Snapdragon Menang di Tenaga Kasar, Tapi Harus Ngos-ngosan
Snapdragon 8 Elite Gen 5 bawa CPU 8-core Oryon v3 yang jelas niat banget buat ngalahin Apple A19 Pro.
Di pengujian multi-core, performanya bisa lebih tinggi secara signifikan, wajar karena inti CPU-nya lebih banyak.
Tapi ya konsekuensinya keliatan, chipset ini rakus daya. Beban CPU penuh bisa narik 19 Watt. Buat ukuran smartphone, itu sudah masuk wilayah “panas dikit jadi setrikaan.”
Apple Tetap Santai Tapi Efektif
Apple A19 Pro nggak terlalu ikut-ikutan show off. Jumlah inti lebih sedikit, tapi manajemen dayanya jauh lebih rapi.
Saat Snapdragon ngos-ngosan di 19 Watt, A19 Pro cuma butuh sekitar 12 Watt buat performa yang kurang lebih setara.
Ini yang bikin iPhone tetap adem dan baterainya nggak drama di siang bolong.
GPU Jadi Ajang Tabrak-Tabrakan Tiga Arah
Kalau CPU duel klasik antara Snapdragon vs Apple, GPU malah jadi ajang gelut ramean.
Adreno 840 dari Snapdragon kencang, Apple masih stabil, tapi yang bikin kaget adalah Dimensity 9500.
GPU Mali G1-Ultra miliknya dilaporkan bisa ngalahin Snapdragon di benchmark grafis tertentu.
Bisa jadi tahun ini banyak HP gaming nggak pakai Snapdragon lagi, tapi pakai MediaTek. Siapa sangka?
AI, 5G, dan ISP: Fitur Sampingan yang Bisa Jadi Penentu
Bagian AI juga nggak boleh diremehkan. Semua chipset punya NPU masing-masing, tapi belum jelas siapa yang paling praktis buat dipakai sehari-hari.
Snapdragon punya modem X85 yang super cepat, Apple lebih hemat daya, sementara MediaTek biasanya agresif di harga. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya