Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

The Fed Turunkan Suku Bunga, Rupiah Langsung Bangkit

Dianisa Damayanti • Jumat, 31 Oktober 2025 | 23:32 WIB
Logo resmi The Federal Reserve System di markas besar Washington D.C., Amerika Serikat.
Logo resmi The Federal Reserve System di markas besar Washington D.C., Amerika Serikat.

RadarBuleleng.id - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (31/10/2025) setelah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), resmi memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.

Keputusan tersebut langsung memicu reaksi positif di pasar keuangan global, termasuk di kawasan Asia.

The Fed menurunkan suku bunga dana federal menjadi kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen sebagai langkah lanjutan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi AS di tengah melambatnya inflasi.

Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi terkini dan belum menjamin adanya pemangkasan lebih lanjut pada Desember mendatang.

“Kami akan terus menyesuaikan kebijakan berdasarkan data ekonomi dan inflasi yang kami peroleh,” ujar Powell dalam konferensi pers di Washington.

Pemangkasan suku bunga tersebut membuat imbal hasil obligasi AS menurun dan dolar AS melemah, kondisi yang langsung memberi napas segar bagi rupiah dan aset berisiko di kawasan Asia.

Di pasar spot, rupiah sempat menguat di kisaran Rp 15.500 per dolar AS, menandai penguatan harian tertinggi dalam sebulan terakhir.

Analis pasar uang menilai, keputusan The Fed ini menjadi sinyal bahwa siklus suku bunga tinggi global mulai mendekati akhir.

Selain dampak langsung terhadap rupiah, harga emas di pasar Asia juga ikut naik sekitar 1 persen menjadi USD 3.967 per troy ounce, seiring melemahnya dolar AS.

Kenaikan ini memperkuat sentimen positif terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Bank Indonesia (BI) menilai kondisi global yang lebih longgar ini bisa menjadi peluang untuk menjaga stabilitas nilai tukar tanpa harus melakukan intervensi agresif.

Di sisi lain, pelaku pasar tetap berhati-hati karena Powell menegaskan pemangkasan berikutnya tidak otomatis dilakukan.

Ketidakpastian ekonomi global, terutama hubungan dagang AS–China dan perkembangan data tenaga kerja AS, masih menjadi faktor penentu arah rupiah ke depan.

Meski demikian, pelaku pasar menilai penguatan rupiah kali ini menandai kepercayaan diri baru di tengah kondisi global yang mulai membaik.

Keputusan The Fed menurunkan suku bunga bukan hanya menjadi kabar baik bagi Amerika Serikat, tetapi juga bagi negara berkembang seperti Indonesia yang selama ini menghadapi tekanan dari penguatan dolar. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 
Editor : Eka Prasetya
#dolar #rupiah #the fed #bank indonesia #bank #amerika serikat #suku bunga #asia #ekonomi