Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mengenal Affinity by Canva: Aplikasi Gratis yang Jadi Pesaing Photoshop dan Illustrator

Dianisa Damayanti • Minggu, 2 November 2025 | 22:53 WIB

Logo kolaborasi Canva dan Affinity, menandai era baru aplikasi desain profesional dengan fitur gratis selamanya.
Logo kolaborasi Canva dan Affinity, menandai era baru aplikasi desain profesional dengan fitur gratis selamanya.

RadarBuleleng.idDi tengah dominasi panjang Adobe dengan Photoshop dan Illustrator, dunia desain kini dikejutkan oleh langkah berani Canva.

Platform yang dikenal ramah bagi pengguna non-desainer itu resmi merilis Affinity by Canva, aplikasi profesional yang menawarkan fitur kelas atas tanpa biaya langganan.

Langkah ini menjadi babak baru bagi industri kreatif digital. Selama bertahun-tahun, desainer dihadapkan pada dilema antara kebutuhan profesional dan biaya langganan software yang tinggi.

Kini, Canva membuka jalan baru dengan menghadirkan “Affinity Free Forever”, alias gratis selamanya.

Aplikasi tersebut merupakan hasil pengembangan dari akuisisi Canva terhadap Serif, perusahaan di balik Affinity Photo, Affinity Designer, dan Affinity Publisher.

Tiga aplikasi itu kini digabungkan menjadi satu ekosistem “all-in-one” untuk editing foto, ilustrasi vektor, hingga tata letak publikasi profesional.

Keunggulan utama Affinity by Canva terletak pada kesederhanaan sekaligus kekuatan teknologinya.

Pengguna dapat mengedit foto seperti di Photoshop, membuat vektor layaknya di Illustrator, dan mendesain majalah setara InDesign.

Semua aplikasi editing bisa dirasakan dalam satu antarmuka yang intuitif.

Selain itu, Affinity menggunakan satu jenis file universal, sehingga proyek dapat berpindah antar-modul tanpa konversi atau kehilangan kualitas.

“Affinity hadir untuk menjembatani kesenjangan antara profesional dan kreator baru. Kami ingin semua orang bisa berkreasi tanpa batas biaya,” demikian pernyataan resmi Canva.

Integrasi pengeditan design langsung dengan platform Canva juga menjadi daya tarik tersendiri.

Desain yang dibuat di Affinity bisa langsung diekspor ke Canva untuk kolaborasi, presentasi, atau publikasi daring.

Fitur ini membuat Affinity tak hanya menjadi pesaing Adobe, tetapi juga bagian dari strategi besar Canva untuk membangun ekosistem kreatif terpadu.

Dari sisi performa, Affinity diklaim lebih ringan dan cepat dibanding software konvensional.

Tidak ada sistem berlangganan bulanan, dan semua fungsi dasar dapat diakses secara permanen.

Walau begitu, Canva tetap menyiapkan fitur premium seperti kecerdasan buatan (AI tools) bagi pengguna profesional yang membutuhkan efisiensi ekstra.

Langkah berani Canva ini dipandang sebagai sinyal kuat terhadap perubahan arah industri kreatif global.

Jika sebelumnya Adobe menjadi satu-satunya pilihan serius bagi desainer profesional, kini Affinity membuka alternatif baru yang lebih inklusif.

Bagi banyak kreator muda dan freelancer, aplikasi ini bukan sekadar alat desain tetapi juga simbol kebebasan baru dalam berkarya.

Dengan akses gratis dan fitur yang mumpuni, Affinity by Canva berpotensi menggoyang tahta Adobe dan mengubah peta kompetisi dunia desain grafis di tahun-tahun mendatang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#kreatif #Adobe #platform #software #photoshop #Canva #digital #Affinity #desain #Illustrator #langganan