Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Libur Nataru, Kebutuhan Uang Tunai di Bali Diproyeksi Tembus Rp 2,9 Triliun

Marsellus Pampur • Selasa, 30 Desember 2025 | 22:17 WIB

 

ilustrasi uang tunai
ilustrasi uang tunai

RadarBuleleng.id - Kebutuhan uang tunai di Provinsi Bali meningkat menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali memproyeksikan kebutuhan uang kartal pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) mencapai Rp 2,9 triliun.

Jumlah tersebut meningkat 3,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. 

Peningkatan kebutuhan uang tunai tersebut seiring dengan aktivitas ekonomi dan pergerakan wisatawan yang kian menggeliat di akhir tahun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja mengatakan, proyeksi tersebut selaras dengan optimisme pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan IV 2025 serta lonjakan kunjungan wisatawan saat libur panjang akhir tahun.

“Bank Indonesia berkomitmen memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat terpenuhi dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi layak edar,” ujar Erwin.

Untuk memenuhi kebutuhan uang jelang Nataru, Bank Indonesia mengintensifkan layanan penukaran uang melalui mobil kas keliling. 

Sepanjang Desember 2025, layanan penukaran telah dilaksanakan di sejumlah titik di Kabupaten Jembrana, di antaranya kawasan pertokoan Negara dan rest area Parkir Men Tempeh Gilimanuk.

“Realisasi penukaran uang di wilayah tersebut mencapai Rp 945,76 juta,” jelasnya.

Khusus pada momentum Natal 2025, Bank Indonesia memperluas layanan penukaran uang di seluruh Kantor Perwakilan BI melalui kas keliling. 

Titik layanan diprioritaskan di tempat peribadatan, institusi pendidikan Kristiani, serta lokasi-lokasi strategis lainnya.

Selain itu, BI Bali juga bersinergi dengan perbankan untuk menyediakan layanan penukaran uang rusak, uang cacat, maupun uang yang dicabut dari peredaran. Layanan itu dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi PINTAR.

Di sisi transaksi non-tunai, Bank Indonesia Provinsi Bali juga menyiapkan strategi komprehensif guna mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. 

Hingga Oktober 2025, volume transaksi QRIS di Bali tercatat mencapai 134,59 juta transaksi. Jumlah merchant QRIS telah mencapai 1,05 juta, dengan jumlah pengguna yang juga menyentuh angka 1,05 juta. 

Capaian tersebut menunjukkan adopsi pembayaran non-tunai yang semakin luas dalam aktivitas ekonomi masyarakat Bali.

“BI Bali telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran sistem dan kenyamanan pengguna, mulai dari penguatan infrastruktur di sejumlah titik, kolaborasi dengan penyedia jasa pembayaran, hingga dukungan terhadap sektor pariwisata, khususnya bagi wisatawan mancanegara,” pungkas Erwin. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #tahun baru #perbankan #libur #penukaran uang #bank indonesia #natal #uang tunai #wisatawan #Kas Keliling #nataru #ekonomi