Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Selalu Merugi, Cok Krisna Tetap Pertahankan Seluruh Outlet di Bali Utara

Eka Prasetya • Senin, 19 Januari 2026 | 17:42 WIB

 

ATRAKSI WISATA: Suasana di Krisna Waterpark Buleleng.
ATRAKSI WISATA: Suasana di Krisna Waterpark Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pengusaha oleh-oleh khas Bali, I Gusti Ngurah Anom alias Cok Krisna, memilih tetap mempertahankan operasional outlet Krisna di kawasan Bali Utara. 

Meskipun secara bisnis seluruh outlet di Kabupaten Buleleng masih mengalami kerugian, namun ia memilih mempertahankan bisnis demi karyawan.

Cok Krisna menegaskan keputusan tersebut diambil bukan semata-mata pertimbangan keuntungan jangka pendek, melainkan keyakinannya terhadap masa depan pariwisata dan perekonomian Bali Utara.

“Kami membangun di Bali Utara dari 2012–2013. Sampai 2015 kami sudah membuka delapan outlet,” ujar Cok Krisna kepada Radar Buleleng belum lama ini.

Adapun outlet yang ia buka diantaranya Krisna Oleh-Oleh Temukus, Krisna Kuliner, Krisna Funtastic Land, Krisna Waterpark, Krisna Osea Park, Krisna Beach Street, Krisna Adventure Sambangan, serta Krisna Eco Park.

Khusus Krisna Ecopark yang memiliki luas sekitar dua hektare, bisa diakses masyarakat secara gratis.

“Krisna Ecopark dua hektare itu gratis, tidak ada parkir dan boleh petik buah. Dulu sempat ada bebek tepi sawah (di Temukus), ternyata nggak ngangkat,” ungkapnya.

Baca Juga: Kasus Geber Motor Berujung Pengeroyokan di Tigawasa Berakhir Damai, Polisi Tempuh Restorative Justice

Sejak mengawali bisnisnya di Bali Utara hingga kini, perkembangan bisnis belum menunjukkan hasil positif. 

“Dulu sebelum pandemi, kami minus Rp 2 miliar per bulan. Setelah pandemi, kerugian itu suntik-menyuntik dari Denpasar sekitar Rp 800 juta. Itu kerugian kami di Bali Utara,” bebernya.

Menurutnya pengurangan kerugian itu terjadi karena manajemen terpaksa merumahkan karyawan pada masa pandemi covid-19. Jumlah karyawan yang semula mencapai 700 orang, kini tersisa sekitar 400 karyawan.

Memasuki tahun 2026, tantangan bisnis semakin berat akibat kebijakan efisiensi dan penurunan daya beli. Cok Krisna mengakui hampir seluruh unit usahanya mengalami penurunan omzet.

“Sejak tahun lalu ada efisiensi. Seluruh bisnis kami ada penurunan omzet, termasuk di Kuta dan lainnya. Penurunan omzet sampai 10 persen di semua outlet,” jelasnya.

Kondisi tersebut sempat memunculkan wacana penutupan sejumlah outlet yang dinilai terus merugi. Namun, Cok Krisna secara tegas menolak rencana penutupan outlet di Bali Utara.

“Manajemen kami rapat, ada pembahasan menutup outlet yang rugi. Kalau yang kelihatan rugi hanya Bali Utara, tapi saya tetap menolak,” tegasnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan bisnisnya. “Paling tidak harus bertahan sampai 2027. Jadi suka duka harus tetap jalan. Pada saatnya saya yakin Bali Utara akan berkembang,” pungkas Cok Krisna. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Temukus #waterpark #Cok Krisna #pengusaha #adventure #pariwisata #Outlet #karyawan #bisnis #kuliner #pandemi #bali utara #buleleng #krisna #oleh-oleh