Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mantap! Berhasil Olah VCO Berbasis Zero Waste, UMKM Buleleng Raih Penghargaan dari BPOM

Eka Prasetya • Minggu, 8 Februari 2026 | 09:28 WIB

 

RAIH PRESTASI: Owner UMKM Bali Pure, Ketut Sumayana menunjukkan piagam penghargaan dari BPOM.
RAIH PRESTASI: Owner UMKM Bali Pure, Ketut Sumayana menunjukkan piagam penghargaan dari BPOM.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - UMKM Bali Pure asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional. 

Usaha berbasis produk kelapa ini berhasil meraih Penghargaan Terbaik II Lomba Inovasi UMKM Produk Aman dan Berkelanjutan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penghargaan tersebut diumumkan pada 29 Januari 2026 di Jakarta, bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-25 BPOM. 

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi UMKM asal Buleleng yang mampu bersaing di level nasional.

Owner sekaligus pengelola Bali Pure, Ketut Sumayana mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi BPOM kepada pelaku UMKM yang mampu menghadirkan produk inovatif, aman dikonsumsi, serta ramah lingkungan.

“Penghargaan ini bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga bagaimana produk UMKM bisa aman bagi konsumen dan berkelanjutan bagi lingkungan. Tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah dilakukan untuk komoditas pangan di tingkat provinsi,” ujar Sumayana saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti eksistensi UMKM Buleleng di kancah nasional. 

Ia berharap capaian ini dapat memacu semangat pelaku UMKM lokal lainnya agar terus berkembang dan mampu bersaing dengan industri skala besar, tanpa mengabaikan aspek keamanan produk dan keberlanjutan lingkungan.

Bali Pure, lanjut Sumayana, konsisten menerapkan produksi berbasis bahan alami lokal serta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan arahan BPOM. 

Selama proses produksi, UMKM ini juga mendapat pendampingan langsung dari Loka POM Buleleng.

“Inovasi utama Bali Pure terletak pada pengolahan minyak VCO menjadi produk bernilai tambah seperti body oil dan sabun VCO. Bahkan air kelapa yang biasanya menjadi limbah kami manfaatkan kembali sebagai bahan baku sabun mandi. Ini bagian dari konsep zero waste yang kami terapkan,” jelasnya.

Seluruh proses produksi dilakukan di Desa Sembiran dengan melibatkan lebih dari 20 tenaga kerja lokal, mulai dari kelompok tani, ibu rumah tangga, hingga remaja desa. 

Pemberdayaan masyarakat lokal dan penggunaan bahan ramah lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan Bali Pure meraih penghargaan tersebut.

Selain fokus pada kualitas produk, Bali Pure juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. 

Usaha ini rutin menyalurkan bantuan sembako dan zakat kepada masyarakat sekitar, serta memberikan jaminan penggantian produk apabila ditemukan kerusakan sebelum masa kadaluarsa.

“Capaian ini kami harapkan bisa menjadi pemicu semangat bagi UMKM lain di Buleleng untuk terus berinovasi, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi membangun ekonomi daerah yang berdaya saing, aman, dan berkelanjutan,” pungkas Sumayana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #tejakula #bpom #nasional #Bali Pure #umkm #vco #jakarta #badan pengawas obat dan makanan #Loka POM #pangan #body oil #minyak #sabun mandi #buleleng #ekonomi #sembiran #zero waste #inovasi #konsumen