SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pasar Rakyat Bali Berbelanja dan Berbagi yang digelar Tim Penggerak PKK Provinsi Bali di Buleleng sukses menarik perhatian masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Taman Kota I Gusti Ngurah Rai, Singaraja, Jumat (5/6/2026), tidak hanya menjadi wadah promosi produk UMKM lokal, tetapi juga menghadirkan aksi sosial melalui pembagian sembako kepada warga kurang mampu menjelang Hari Raya Galungan.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hingga sore hari. Tercatat, sebanyak 123 pelaku usaha ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Hingga pukul 18.00 WITA, total transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp 716,9 juta dan masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya kegiatan.
Mewakili Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster, Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta hadir bersama jajaran TP PKK kabupaten/kota se-Bali dan perangkat daerah Provinsi Bali.
Dalam sambutannya, Ny. Seniasih mengapresiasi semangat gotong royong seluruh TP PKK kabupaten/kota yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, Pasar Rakyat menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan produk lokal sekaligus upaya membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia menegaskan produk-produk lokal Bali memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing dengan produk dari luar daerah sehingga harus terus didukung dan dipromosikan.
"Jangan sampai produk lokal kita kalah karena kurang percaya diri. Produk-produk yang ditampilkan sangat bagus dan merupakan hasil karya masyarakat lokal yang harus terus kita dukung dan banggakan," ujarnya.
Ny. Seniasih juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga dan melestarikan produk serta kuliner khas daerah yang menjadi identitas masing-masing kabupaten di Bali.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra mengatakan Pasar Rakyat kali ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperluas promosi produk UMKM Buleleng.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana kurasi bagi pelaku usaha yang nantinya akan dilibatkan dalam berbagai agenda besar daerah, termasuk Buleleng Festival (Bulfest) dan event promosi lainnya.
"Dengan adanya kurasi ini kita akan melihat benar-benar seperti apa kualitasnya, terutama UMKM kuliner," ujarnya.
Ny. Wardhany menjelaskan, 123 peserta yang terlibat terdiri dari 38 pelaku usaha sektor pertanian, 32 pelaku usaha kuliner, 30 pelaku usaha olahan pangan, dan 23 pelaku usaha industri kerajinan menengah.
Berbagai produk unggulan Buleleng dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari buah-buahan lokal seperti anggur dan jambu kristal, produk perikanan berupa bandeng tanpa duri dan lele, hingga aneka olahan pangan berbahan sorgum, daun kelor, dodol Julah, serta urutan asap Tajun.
Tak hanya itu, kuliner khas Buleleng seperti blayag, siobak, sate kakul, sudang lepet, dan jukut undis juga menjadi incaran pengunjung yang datang berbelanja.
Selain mendorong transaksi ekonomi, kegiatan ini juga membawa misi sosial. Sebanyak 100 warga kurang mampu menerima paket sembako dan bantuan bahan pangan hasil gotong royong TP PKK Provinsi Bali bersama TP PKK kabupaten/kota se-Bali.
"Jadi tujuan utama dari kita berbelanja dan berbagi ini adalah mengisi pergerakan ekonomi dan membantu masyarakat kurang mampu," kata Ny. Wardhany.
Ia menambahkan, seluruh peserta juga didorong untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sebagai bentuk dukungan terhadap program Bali Bersih Sampah Plastik. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya