SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Terletak di wilayah dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, menyimpan potensi raksasa dalam pengembangan komoditas kopi arabika berkualitas tinggi.
Potensi hasil bumi ini tak sekadar menjadi komoditas pertanian, melainkan motor penggerak ekonomi warga lokal.
Guna mendongkrak nilai tambah hasil panen tersebut, Kelompok Tani Gobleg Bali Coffee yang menaungi 28 petani dengan luas lahan 23 hektare kini mendapatkan suntikan bantuan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Langkah terpadu ini menyasar modernisasi pengolahan pascapanen guna memaksimalkan produktivitas rata-rata yang saat ini mencapai 5 ton per hektare per tahun.
PLN menyerahkan deretan mesin produksi modern mulai dari satu unit mesin pengupas kulit buah (coffee pulper), mesin pencuci (coffee washer), mesin pengupas kulit kopi (huller), mesin sortasi biji kopi (grader), hingga alat ukur kadar air biji kopi.
Tak berhenti di situ, PLN juga memfasilitasi peningkatan keandalan listrik lokasi produksi dengan menaikkan daya dari 900 VA menjadi 16.500 VA beserta instalasi kelistrikan yang aman.
Ketua Kelompok Tani Gobleg Bali Coffee, Ketut Sutarnaya, menyampaikan apresiasi mendalam atas intervensi yang diberikan PLN.
“Kami berharap dukungan ini dapat membantu meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi sekaligus meningkatkan kemampuan para petani dalam mengolah hasil produksi,” ujar Ketut, usai seremoni penyerahan bantuan di Desa Gobleg, Rabu (20/8/2026).
Sementara itu Perbekel Desa Gobleg, Made Separsa, menyambut positif kepedulian BUMN tersebut terhadap perekonomian warganya.
“Bantuan ini menunjukkan dukungan PLN terhadap kesejahteraan masyarakat. Kami berharap dukungan ini dapat menjadi media untuk mendorong produktivitas petani agar semakin optimal sekaligus mengembangkan potensi kopi Desa Gobleg,” ungkap Made.
Guna memastikan peralatan berfungsi optimal, PLN juga memberikan pelatihan pengoperasian serta perawatan mesin secara mandiri kepada para anggota kelompok tani.
Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, I Wayan Eka Susana, memaparkan bahwa konsep pemberdayaan masyarakat harus menyentuh aspek keberlanjutan.
“PLN tidak hanya memberikan bantuan peralatan dan mendukung penambahan daya listrik untuk mengoptimalkan produksi kopi. Kami juga ingin membangun literasi dan kapasitas masyarakat agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” jelas Eka.
Guna memperluas jangkauan pasar, PLN turut mendorong Kelompok Tani Gobleg Bali Coffee memanfaatkan fasilitas Rumah BUMN sebagai sarana penguatan branding dan strategi pemasaran digital.
“Harapannya, manfaat program ini dapat dirasakan dari hulu sampai hilir. Mulai dari proses pengolahan yang lebih baik, peningkatan kualitas produk, hingga kemampuan kelompok dalam memperkenalkan dan memasarkan produknya. Dengan demikian, semakin besar pula nilai ekonomi yang dapat kembali kepada petani,” tambah Eka. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng