Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belanja Dipangkas, Postur Anggaran Buleleng 2027 Defisit Rp 85 M

F
Penulis: Francelino Junior❯
SEPAKAT: Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya (kanan) dan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (kiri) menyepakati KUA-PPAS APBD Buleleng Tahun Anggaran 2027. (DPRD Buleleng)
SEPAKAT: Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya (kanan) dan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (kiri) menyepakati KUA-PPAS APBD Buleleng Tahun Anggaran 2027. (DPRD Buleleng)

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – DPRD Buleleng bersama Pemkab Buleleng menyepakati Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027. 

Meski dokumen penganggaran ini telah disetujui dalam Rapat Paripurna, pimpinan dewan mewanti-wanti Pemkab Buleleng agar cermat dan realistis dalam menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Advertisement

Dalam rancangan KUA-PPAS 2027 yang disetujui Kamis (27/8/2026), Pendapatan Daerah Buleleng disepakati sebesar Rp 2,60 triliun (naik Rp5,29 miliar dari rancangan awal). 

Sementara Belanja Daerah dirancang Rp2,68 triliun (efisiensi/turun Rp129,70 miliar dari pengajuan awal). 

Dengan selisih tersebut, APBD Buleleng 2027 diproyeksi mengalami defisit Rp 85 miliar yang akan ditutupi penuh melalui pembiayaan daerah.

Advertisement

Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, membeberkan bahwa proses pembahasan di tingkat Banggar berlangsung alot karena dewan menekankan aspek kehati-hatian. 

Di satu sisi, ada dorongan untuk menggenjot potensi penambahan PAD hingga Rp 45 miliar, namun evaluasi indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi tetap harus menjadi pijakan utama.

"Penggalian potensi daerah harus berbasis realita. Opsi yang diajukan memang banyak, tapi sebagian terbentur masalah kewenangan perizinan di tingkat provinsi. Kami minta OPD terkait lebih responsif memfasilitasi perizinan investor agar kekayaan Buleleng bisa tergarap maksimal untuk memperluas ruang fiskal kita," tegas Ngurah Arya.

Ngurah Arya menambahkan, sektor penerimaan seperti Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) hingga pajak hotel dan restoran sifatnya sangat dinamis dan situasional. 

Advertisement

Artikel Terkait

Tol Mengwi–Bandara Terancam Tertunda Akibat Defisit Anggaran

Tol Mengwi–Bandara Terancam Tertunda Akibat Defisit Anggaran

Kajian Tol Mengwi-Bandara Ngurah Rai terancam tertunda akibat defisit anggaran Kementerian PU. Jalur tol ini disiapkan pangkas macet Denpasar.

Siapkan Anggaran Rp 20 Miliar, Perumda Tirta Hita Buleleng Bidik Atasi Krisis Air di Banyuning dan Petandakan

Siapkan Anggaran Rp 20 Miliar, Perumda Tirta Hita Buleleng Bidik Atasi Krisis Air di Banyuning dan Petandakan

Perumda Tirta Hita Buleleng menyiapkan proyek SPAM Mata Air Pegadungan senilai Rp 20 miliar untuk mengatasi defisit air di Banyuning dan Petandakan. Investor mulai menunjukkan minat.

Silpa APBD Buleleng Tembus Rp 151 Miliar, DPRD Minta Perencanaan Anggaran Lebih Akurat

Silpa APBD Buleleng Tembus Rp 151 Miliar, DPRD Minta Perencanaan Anggaran Lebih Akurat

Silpa APBD Buleleng 2025 mencapai Rp 151,49 miliar. DPRD meminta Pemkab Buleleng memperbaiki perencanaan anggaran agar serapan APBD lebih optimal dan program pembangunan berjalan efektif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer