Pasokan dan Harga Stabil di Tengah Isu BBM, Pemkab Buleleng Jamin Stok Sembako Aman

Francelino Junior • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 06:39 WIB
PANTAU HARGA SEMBAKO: Pemerintah memantau harga sembako di Pasar Banyuasri, Singaraja. Dikhawatirkan terjadi lonjakan harga pangan imbas kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Bali. (Pemkab Buleleng)
PANTAU HARGA SEMBAKO: Pemerintah memantau harga sembako di Pasar Banyuasri, Singaraja. Dikhawatirkan terjadi lonjakan harga pangan imbas kelangkaan BBM yang sempat terjadi di Bali. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Di tengah keresahan warga terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, Pemkab Buleleng melalui Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan bergerak cepat memberikan kepastian di masyarakat. 

Pemkab menjamin ketersediaan bahan pangan pokok di Buleleng berada dalam kondisi sangat aman, distribusi lancar, dan harga komoditas pasar relatif stabil.

Kepastian tersebut didapatkan usai Satgas Ketahanan Pangan menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan pemantauan langsung di dua pasar induk Kota Singaraja, yakni Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar, Senin (19/10/2026). 

Langkah tersebut ditempuh guna mengantisipasi spekulasi pasokan serta mengendalikan laju inflasi daerah.

Anggota Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, Ni Made Atma Dewi menjelaskan, pemantauan dilakukan secara terpadu melibatkan lintas sektor, mulai dari Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, jajaran kepolisian Polres Buleleng, hingga Kodim 1609/Buleleng.

”Untuk saat ini, kondisi distribusi pangan sangat aman dan lancar. Stok di pedagang mencukupi dan harga relatif stabil. Kami imbau masyarakat Buleleng tidak perlu panik karena pemerintah hadir memastikan seluruh kebutuhan pangan harian tetap terpenuhi,” ujar Ni Made Atma Dewi usai pemantauan, Senin (19/10/2026).

Pemkab Buleleng menaruh perhatian khusus pada mata rantai distribusi pangan, mengingat dinamika BBM berpotensi memicu kekhawatiran pada sektor transportasi logistik. 

Melalui pemantauan berkala, potensi hambatan pasokan di tingkat distributor dapat diinventarisasi secara presisi.

Atma Dewi juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar kelangkaan barang yang sengaja dihembuskan oknum tak bertanggung jawab. 

Aksi memborong maupun menimbun bahan pangan justru akan memicu lonjakan permintaan buatan yang berisiko merusak keseimbangan harga pasar.

”Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan harian, dan jangan menimbun bahan pangan di rumah. Mari bersama-sama menjaga kelancaran alur distribusi ini,” imbaunya.

Dari sisi ketahanan protein hewani, pasokan telur dan daging ayam di Buleleng dipastikan sangat memadai. 

Kendati pasokan pangan pokok dan protein hewani sangat solid, Satgas Ketahanan Pangan tetap memberikan catatan evaluasi terhadap produksi komoditas holtikultura seperti sayur-mayur yang mulai terdampak sengatan kemarau panjang di tingkat petani.

Meski demikian, penurunan volume panen sayuran tersebut dipastikan belum mengganggu stabilitas ketersediaan bahan pangan secara umum, lantaran variasi komoditas pengganti di pasaran masih sangat melimpah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Satgas Pangan Buleleng Pasar Banyuasri Singaraja pemkab buleleng inflasi buleleng