RadarBuleleng.id – Penyanyi asal Bali, Nanda Candra, kembali menyapa penikmat musik Tanah Air lewat single terbarunya berjudul “Setara”.
Lagu ini mengangkat kisah keberanian seseorang untuk keluar dari hubungan asmara yang tidak lagi sehat dan timpang, bahkan cenderung toxic.
Nanda Candra menjelaskan, Setara merefleksikan perjalanan batin seseorang yang akhirnya menyadari nilai dirinya setelah terlalu lama bertahan dalam relasi yang penuh ketidakseimbangan.
“Dimana situasinya ketika kesetiaan dibalas kebohongan, perhatian dianggap berlebihan, dan usaha mempertahankan hubungan hanya datang dari satu pihak,” katanya.
Ia mengungkapkan, lagu ini lahir dari kisah yang sangat dekat dengan realitas banyak orang.
Menurutnya, tidak sedikit yang terjebak dalam hubungan dengan terus mengalah dan memaklumi, hingga lupa pada harga diri sendiri.
“Ada momen ketika kita sadar bahwa kita sudah terlalu jauh mengalah, terlalu sering memaklumi, sampai akhirnya paham bahwa diri kita terlalu berharga untuk terus bersama seseorang yang tidak sungguh-sungguh menghargai kita,” ujarnya.
Single Setara ditulis, dikomposisi, sekaligus diproduseri oleh Nanda Wijoyo di bawah naungan NAW Music.
Aransemen musik digarap oleh Afif Gifano yang juga mengisi permainan keys, piano, bass, serta komposisi string. Sementara gitar dipercayakan kepada Made Dien.
Proses pengarahan vokal dan rekaman vokal dilakukan oleh Dennis Nussy di Kay Music Studio. Untuk bagian backing vocal diisi oleh Nanda Wijoyo dan Nanda Candra sendiri.
Lagu ini kemudian melalui tahap mixing dan mastering oleh Eko Sulistiyo, serta dipublikasikan oleh PT Indo Semar Sakti.
Melalui lirik yang jujur dan emosional, Setara menyampaikan pesan kuat bahwa cinta yang sehat tidak menuntut pengorbanan sepihak.
Lagu tersebut menegaskan, keberanian untuk pergi bukanlah bentuk kekalahan, melainkan wujud cinta kepada diri sendiri dan langkah untuk memulihkan harga diri.
Nanda Candra berharap single yang kini telah tersedia di seluruh platform musik digital tersebut dapat menjadi penguat bagi para pendengarnya.
“Terutama mereka yang sedang berada di persimpangan antara bertahan atau melepaskan, serta menjadi pengingat bahwa cinta seharusnya dijalani dalam posisi yang setara,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya