Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk Rawan Banjir, Pengendara Wajib Tahu Titik Genangan

Eka Prasetya • Jumat, 2 Februari 2024 | 00:54 WIB

 

TITIK BANJIR: Salah satu titik banjir di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
TITIK BANJIR: Salah satu titik banjir di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pengendara yang biasa melintas di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk harus meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.

Sejumlah titik di sepanjang jalan raya tersebut rawan banjir. Bila tidak waspada, bisa saja kendaraan dibuat mogok.

Apalagi lokasi genangan di sepanjang jalur tersebut juga cukup banyak. Sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Seperti yang terjadi pada Kamis (1/2/2024). Air bercampur lumpur menggenang di sejumlah titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat, titik genangan ada di wilayah Desa Sanggalangit, Desa Penyabangan, dan Desa Pemuteran.

Hujan lebat membuat saluran drainase tidak mampu menampung air. Kondisi itu diperparah dengan pendangkalan drainase.

Setiap hujan datang, air dari kawasan hulu akan membawa pasir bercampur batu kerikil. Praktis drainase menjadi cepat penuh.

Genangan itu juga berbahaya bagi pengguna jalan. Sebab air yang tergenang cukup tinggi. Mobil bisa saja mogok apabila nekat menerobos genangan.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, ruas Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk memang sangat rawan terjadi genangan.

Sejauh ini genangan yang telah tertangani adalah wilayah Desa Patas dan Desa Celukanbawang.

Sementara wilayah yang belum tertangani meliputi Desa Sanggalangit, Penyabangan, serta Desa Pemuteran.

“Itu memang tiap tahun selalu banjir. Karena drainase tidak mampu menampung air yang bercampur material. Akhirnya menggenang ke jalan,” kata Ariadi.

Menurutnya diperlukan sodetan yang bisa mengalirkan air dari kawasan hulu hingga ke kawasan hilir. Sehingga diperlukan kerjasama lintas sektor.

“Itu sudah pernah dibahas dan diusulkan ke pusat. Karena itu memang lintas kewenangan, ada Balai Jalan dan Balai Wilayah Sungai,” imbuhnya.

Hingga Kamis petang, BPBD Buleleng belum menerima laporan kerusakan akibat banjir dan genangan di wilayah Kecamatan Gerokgak.

“Biasanya itu hanya genangan sementara. Saat hujan lebat, airnya meluap sampai tinggi. Kalau sudah reda, 1-2 jam saja sudah surut. Tapi menyisakan lumpur dan kerikil. Itu biasanya langsung ditangani Balai Jalan,” demikian Ariadi. (*)

Editor : Eka Prasetya
#Penyabangan #bpbd buleleng #pengendara #Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk #patas #Pemuteran #banjir #Sanggalangit