Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Warga di Desa Gerokgak Krisis Air, Sumur Semakin Kering

Eka Prasetya • Senin, 12 Februari 2024 | 00:41 WIB

 

KRISIS AIR: Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng membantu suplai air bersih untuk warga di Desa Gerokgak.
KRISIS AIR: Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng membantu suplai air bersih untuk warga di Desa Gerokgak.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Krisis air bersih masih menghantui warga yang mukim di Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak.

Kendati kini sudah masuk musim hujan, warga belum mendapatkan akses air bersih yang memadai untuk keperluan mereka sehari-hari.

Pemerintah harus menyuplai air bersih secara rutin setiap harinya. Belum ada tanda-tanda kekeringan di desa tersebut akan berakhir.

Kondisi kekeringan di Desa Gerokgak mulai terjadi pada awal Desember 2023 lalu. Kini hingga pertengahan Februari masalah belum juga selesai.

Krisis air bermula saat musim kering berkepanjangan pada tahun 2023 lalu. Saat itu sumur-sumur yang ada di rumah warga perlahan kering.

Dalam kondisi bersamaan,  debit air di Bendungan Gerokgak juga merosot drastis. Sehingga air tidak bisa dialirkan ke rumah warga.

“Masyarakat di Gerokgak itu rata-rata punya sumur. Masalahnya sekarang air di sumur itu sangat kecil, tidak cukup. Kondisinya masih berlangsung sampai sekarang,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, Minggu (11/2/2024).

Ariadi mengatakan, masalah kekeringan itu terjadi di tiga banjar. Masing-masing di Banjar Batu Agung, Banjar Pidada, dan Banjar Pucaksari.

Setiap hari BPBD Buleleng harus mengirimkan 20 ribu liter air pada warga di Desa Gerokgak.

“Kami sudah menempatkan tandon air di beberapa titik strategis. Jadi untuk keperluan konsumsi mereka bisa mengambil air ke sana,” ujarnya.

Lebih lanjut Ariadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan secara berkala ke Desa Gerokgak.

Sayangnya hingga kini belum ada tanda-tanda debit air akan pulih kembali. Sumur-sumur warga masih dalam kondisi kering.

Dampaknya warga harus menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

“Banyak yang menampung air pakai drum. Sekarang hujan kan sudah semakin sering. Mudah-mudahan kondisinya bisa segera pulih,” kata Ariadi.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida selaku pengelola Bendungan Gerokgak. Harapannya air dari bendungan bisa digunakan sementara waktu untuk memenuhi kebutuhan warga. (*)

Editor : Eka Prasetya
#sumur #gerokgak #bpbd buleleng #kekeringan