Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lihadnyana Minta Optimalisasi Budidaya Ikan Bandeng di Buleleng

Eka Prasetya • Selasa, 5 Maret 2024 | 03:41 WIB

 

PANEN PERDANA: Panen perdana ikan bandeng di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak.
PANEN PERDANA: Panen perdana ikan bandeng di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak.

GEROKGAK, RadarBuleleng.id - Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana meyakini ikan bandeng akan  jadi motor penggerak ekonomi di Buleleng.

Selama ini Buleleng dikenal sebagai pusat bibit nener alias bibit ikan bandeng di Pulau Bali.

Hanya saja budidaya ikan bandeng belum pernah tersentuh dengan optimal. Masyarakat lebih memilih budidaya nener yang dianggap lebih menghasilkan.

Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana optimistis budidaya ikan bandeng di Buleleng bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Termasuk memperkokoh ketahanan pangan di Buleleng.

Hal itu diungkapkan Lihadnyana saat melakukan panen perdana ikan bandeng di Keramba Tancap Laut (KTL) Proyek Percontohan Ketahanan Pangan Kodim 1609/Buleleng, pada Senin (4/3/2024).

Keramba tersebut terletak di Pantai Happy, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. 

Panen perdana itu dilakukan Komandan Korem (Danrem) 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida Bagus Ketut Surya Wedana, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Buleleng.

Danrem 163/Wirasatya, Brigjen IB Ketut Surya Wedana mengatakan, semua pihak harus terlibat dalam upaya menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden RI.

Menurutnya TNI sudah terlibat dalam program ketahanan pangan di berbagai daerah. Baik itu dalam hal jagung, cabai, hingga kini ikan bandeng.

“Untuk menghindari terjadinya lonjakan harga kemudian masyarakat yang ada tidak terdampak kemiskinan ekstrem,” katanya.

Surya mengatakan, panen perdana ikan bandeng kali ini mencapai 20 ton. Dari proses pembibitan hingga panen hanya perlu waktu 5 bulan dari awalnya target selama 8 bulan.

“Jumlah benih yang ada berbeda-beda. Mulai dari 30 ribu ekor sampai dengan yang terkecil 20 ribu ekor,” imbuhnya.

Sementara itu Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengaku memiliki rasa optimistis bahwa budidaya bandeng akan memberi kontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. 

Buleleng memiliki garis pantai terpanjang di Bali. Sehingga potensi pembibitan dan budidaya bandeng akan memberikan dampak bagi perekonomian. 

“Sehingga kita benar-benar mampu untuk memenuhi pangan bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Buleleng,” demikian Lihadnyana. (*)

Editor : Eka Prasetya
#gerokgak #Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana #patas #ikan bandeng #bandeng #buleleng