Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Antisipasi Kerusuhan di Pelabuhan Celukan Bawang, Ratusan Personel Gabungan Gelar Simulasi

Eka Prasetya • Sabtu, 6 Desember 2025 | 01:17 WIB
SIMULASI: Suasana simulasi kericuhan di Pelabuhan Celukan Bawang.
SIMULASI: Suasana simulasi kericuhan di Pelabuhan Celukan Bawang.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pelabuhan Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, mendadak dipenuhi aparat pada Jumat (5/12/2025) pagi.

Ratusan personel gabungan dari Polres Buleleng, TNI AL, KSOP, Basarnas, Pelindo, hingga instansi maritim lainnya terlibat dalam simulasi penanganan serangan siber dan kerusuhan yang mengacu pada standar keamanan internasional ISPS Code.

Simulasi berskala besar ini menjadi bagian dari pelatihan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code yang digelar Pelindo sejak Senin (1/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025).

Agenda simulasi juga menjadi puncak rangkaian pelatihan dengan skenario penanganan situasi darurat berisiko tinggi.

Dalam skenario latihan diceritakan bahwa sistem pengamanan pelabuhan diretas sehingga mengganggu aktivitas bongkar muat dan operasional kapal. 

Gangguan itu memicu aksi protes buruh bongkar muat pelabuhan yang datang membawa truk, namun diblokir di pintu masuk pelabuhan. 

Baca Juga: Dapat Libur Panjang, Skuad Bali United Tetap Wajib Jaga Kebugaran

Negosiasi tidak membuahkan hasil, sehingga massa memanas dan aparat harus membentuk barikade pengamanan.

“Latihan ini menguji respons seluruh unsur keamanan mulai dari ancaman serangan siber, potensi kerusuhan hingga penanganan massa,” jelas Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz.

Ia menyebutkan, Satuan Samapta, Reskrim, Intelkam, hingga Polairud diterjunkan dalam simulasi yang dipantau langsung oleh Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi.

General Manager Pelabuhan Celukan Bawang, Mochammad Imron menegaskan, ancaman keamanan pelabuhan kini tak hanya bersifat fisik, tetapi juga digital.

“Ancaman semakin kompleks, termasuk siber. Melalui latihan ini, kami memastikan seluruh personel mampu merespons cepat dan terkoordinasi agar operasional tetap berjalan,” ujarnya.

Kepala KSOP Celukan Bawang Taufikur Rachman menambahkan, latihan ini juga memperkuat sinergi lintas instansi dalam menjaga kelancaran pelayanan pelabuhan.

“Latihan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan prosedur, memperkuat komunikasi dan memastikan pelayanan tetap aman dan berstandar internasional,” katanya.

Sementara itu Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan standar pengamanan pelabuhan yang masuk kategori objek vital nasional.

“Kami pastikan personel mampu mendeteksi, mencegah, dan menangani ancaman mulai dari penyelundupan narkoba hingga kejahatan siber,” tegasnya.

Dari hasil pelaksanaan simulasi, seluruh unit dinilai responsif dan mampu menjalankan koordinasi sesuai prosedur ISPS Code. 

Evaluasi risiko lanjutan melalui Port Facility Security Assessment (PFSA) akan dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan secara berkelanjutan.

Simulasi ini digelar seiring meningkatnya kunjungan kapal cruise dan aktivitas pelayaran internasional di Celukan Bawang, sehingga penerapan standar keamanan internasional menjadi kebutuhan wajib. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kerusuhan #keamanan #tni al #skenario #aparat #gerokgak #ksop #buruh #serangan siber #Polres Buleleng #basarnas #pelabuhan celukan bawang #pelindo #bongkar muat #buleleng